Mohon tunggu...
Syarif Yunus
Syarif Yunus Mohon Tunggu... Konsultan - Dosen - Penulis - Pegiat Literasi - Konsultan

Dosen Universitas Indraprasta PGRI (Unindra) - Direktur Eksekutif Asosiasi DPLK - Edukator Dana Pensiun - mantan wartawan - Pendiri TBM Lentera Pustaka Bogor - Kandidat Dr. Manajemen Pendidikan Pascasarjana Unpak - Ketua IKA BINDO FBS Univ. Negeri Jakarta (2009 s.d sekarang)), Pengurus IKA UNJ (2017-sekarang). Penulis dan Editor dari 49 buku dan buku JURNALISTIK TERAPAN, Kompetensi Menulis Kreatif, Antologi Cerpen Surti Bukan Perempuan Metropolis. Penasihat Forum TBM Kab. Bogor, Education Specialist GEMA DIDAKTIKA. Salam DAHSYAT nan ciamikk !!

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Tenangkan Diri di Taman Bacaan, Apapun Masalahnya Bisa Diselesaikan

23 November 2022   06:16 Diperbarui: 23 November 2022   07:14 137
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: TBM Lentera Pustaka

Di tengah hiruk pikuk dunia dan kehidupan, sikap tenang menjadi penting di kedepankan. Tenang sangat berguna saat masalah datang. Sebab masalah, seringkali memicu amarah, kejengkelan, dan kebencian. Hingga akhirnya, sulit menemukan jalan keluar. Maka, sikap tenang harus jadi prioritas.

Seperti yang dialami Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di kaki Gunung Salak Bogor. Saat harus menyiapkan Festival Literasi Gunung Salak #5 pada 20 Nov 2022 lalu. Berbagai masalah muncul, siapa yang mengisi acara? Siapa pula yang diundang dan bagaimana menyiapkan makan siang. Bagaimana mengatur 350 orang dalam satu event besar? Hingga bagaimana kesiapan TBM Lentera Pustaka, wali baca dan relawan untuk acara besar itu? Alhasil, acara berjalan lancer dan sukses. Semua terjadi karena sikap tenang. 

 

Itulah mengapa, sikap tenang terbukti mampu menemukan jalan keluar yang terbaik. Karena tenang, semua masalah bisa teratasi. Karena berpikir jernih, bertindak bijak, dan menjalani prosesnya tanpa emosi. Karena tidak ada kedamaian atau keberhasilan dalam hal apapun tanpa sikap tenang. Siapapun tidak bisa mengontrol apa yang terjadi di luar. Tapi siapapun bisa mengendalikan drinya sendiri dan apa yang terjadi di dalam. Itulah substansi sikap tenang. Maka penting hari ini, untuk untuk tidak belajar bagaimana bereaksi. Tapi pelajari cara merespons apapun dengan tenang.

Alkisah, suatu ketika di taman bacaan. Seorang anak mengeluh untuk tidak mau membaca karena ramai dan susah memahami isi bacaan. Akhirnya hanya main ke sana main ke sini. Tanpa ada buku yang dibacanya. Kemudian si anak pun meminta ke wali baca untuk tidak membaca. Lebih baik pulang ke rumah. "TBM-nya ramai banget, akum au pulang aja ahh".

Lalu, wali baca pun menyuruh di anak untuk mengambil buku bacaan dan duduk di tempat yang nyaman di taman bacaan. Tenang dalam membaca, sabar dalam melihat realitas. "Baca ya yang tenang" ujar wali baca kala itu. Tidak lama kemudian, si anak tadi merasakan kenyamanan dan tetap membaca buku di taman bacaan. Duduk tenang dan fokus membaca buku.

Wali baca pun berkata, "Ramai dan susah memahami isi bacaan itu pikiran manusia. Karena terlalu cepat bereaksi, dan berpikir negatif. Tapi saat duduk tenang dan memilih buku yang cocok, pikiran pun jadi positif. Terkadang jalan terbaik untuk menjernihkan pikiran adalah bersikap tenang".

 

Jadi apapun dalam hidup, sikapi dengan tenang. Jika lelah, stress, atau emosi, ada baiknya bersikap tenang. Cari tempat yang nyaman dan duduk sejenak memejamkan mata dan fokus pada pikiran yang positif. Dan teruslah berbuat baik dan menebarkan manfaat. Semuanya akan baik-baik saja bila dihadapi dengan tenang. 

Karena di taman bacaan, cara yang tenang adalah kenyamanan yang tidak ternilai harganya. Terkadang tenang bukan hanya baik untuk diri sendiri, bahkan bisa mengguncang dunia. Salam literasi #TamanBacaan #BacaBukanMaen #TBMLenteraPustaka

Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun