Mohon tunggu...
Sukarja
Sukarja Mohon Tunggu... Desainer - Pemulung Kata

Pemulung kata-kata. Pernah bekerja di Kelompok Kompas Gramedia (1 Nov 2000 - 31 Okt 2014)

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Ada Tanya di Balik Ijtima Ulama dan Keislaman Prabowo?

28 Februari 2019   14:07 Diperbarui: 28 Februari 2019   16:43 1271
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Prabowo Subianto dan Habib Rizieq di Mekkah/sumber: EraMuslim.com

Sebagai bangsa, penulis menilai  membawa-bawa agama ke dalam politik praktis, cenderung memberikan peluang adanya perpecahan. Apalagi, jika pandangan dari masing-masing agama yang berbeda itu selalu dipaksakan. Namun, bukan berarti kita tak bisa memasukkan nilai-nilai agama yang dianut ke dalam negara. Itulah pemahaman 'The Founding Fathers'  kita dahulu ketika merumuskan negara ini! 

Tudingan Felix Siauw pada pernyataan "Jangan bawa Agama dalam Politik" atau "Jangan Bawa Politik dalam Agama" sebagai pernyataan sekuler tidak sepenuhnya  bisa dibenarkan.

Sebagai bangsa yang sudah menyepakati Pancasila dan UUD 1945 sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, kita menempatkan segalanya berdasarkan konstitusi yang kita anut, dan semua itu jelas tidak melanggar agama yang dianut oleh mayoritas bangsa kita, yakni Islam.

Justru, di negeri inilah, Islam benar-benar bisa menjalankan fungsinya sebagai agama yang rahmatan lil alamin.

Ketika ada sebagian masyarakat yang begitu ngototnya membawa agama, khususnya Islam ke dalam politik praktis, lantas bagaimana mereka melaksanakannya? Apa yang ditampakkan justru sebaliknya!

Ambil saja kesimpulan bahwa pasangan Prabowo-Sandiaga merupakan pasangan yang diusung  para ulama yang dikomandoi oleh Habib Rizieq Shihab (HRS), setidaknya ini yang diakui para pendukungnya.

Pertanyaannya, benarkah Prabowo-Sandi adalah pasangan capres dan cawapres hasil Ijtima Ulama?

Bukankah, sebelumnya yang diusung Ijtima Ulama, yaitu Prabowo sebagai bakal capres, dan dua nama lainnya sebagai bakal cawapres, yaitu Ustadz Abdul Somad dan Salim Segaf Al-Jufri dari PKS?

Dengan kata lain, nama Sandiaga Uno sebagai bakal cawapres Prabowo, kemunculannya memang penuh dengan kecurigaan  di antara partai pendukungnya sendiri, sehingga ketika itu muncul istilah "mahar politik" segala.

Pengusungan nama Prabowo dan Sandiaga Uno, diakui atau tidak, sepertinya menjadi hak prerogatif dari Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, bukan semata hasil dari ijtima ulama. Dengan kata lain, Prabowo adalah sosok yang justru mengendalikan  ulama yang mengusungnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun