Sekadar sedikit menambah pemikiran mengenai diskusi tentang UAN yang menghangat akhir - akhir ini.
Tampaknya ada perpecahan yang muncul di masyarakat, dan juga pemerintah, mengenai perlu tidaknya UAN. Sekadar mengingatkan, mari dikembalikan tujuan pelaksanaan kegiatan tersebut: sebagai evaluasi hasil pelaksanaan pembelajaran selama satu jenjang (SD, SMP, SMA). Menjadi masalah ketika evaluasi menjadi Ujian, sesuatu yang menentukan berhak / tidaknya mendapatkan suatu hal, dalam hal ini pernyataan kelulusan .
Harapan saya, kita kembalikan kedudukan UAN sebagai saranaEvaluasi, seperti EBTANAS dimasa Orba dulu. Lulus atau tidak seorang siswa ditentukan oleh masalah administatif dan afektif (sikap), bukan kognitif (pengetahuan). Dahulu, EBTANAS penting, tapi sebagai alat evaluasi, memberikan gambaran kasar kemampuan siswa. Jenjang pendidikan lebih tinggi akan menggunakannya sebagai salah satu alat penilaian, namun bukan satu - satunya. Nilai rapor, ada / tidaknya 'catatan khusus' (baik positif atau negatif) selama mengikuti jenjang berikutnya. Dengan demikian tujuan penilaiannya tercapai, tanpa terbiaskan oleh tekanan ujian.
Sekadar mengingatkan, salah satu penyebab penolakan UAN adalah akibat buruk yang ditimbulkan oleh statusnya sebagi UJIAN, bukan EVALUASI. Penilaian oleh pihak ketiga yang netral (Negara, diwakili Depdiknas) itu baik, bahkan perlu, namun jangan menjadi tujuan. EBTANAS lebih 'murni', lebih sedikit kecurangan (pendapat pribadi penulis) daripada UAN, karena bukan sebagai ujian, namun evaluasi. Kalaupun kita lulus dengan rata-rata, katakanlah, 3,50 ya itulah kita, kita dapat lebih menerima karena tidak menghakimi. Toh dalam jenjang pendidikan berikutnya secara otomatis nilai tersebut masuk dalam pertimbangan, bila nilai jelek masuk tingkat pendidikan selanjutnya lebih sukar. Dan dengan nilai yang lebih 'jujur', tujuan evaluasi (menilai) dapat tercapai. Cukup memprihatinkan, bagaimana besarnya proporsi sumberdaya yang tercurah untuk mencapai kelulusan, bahkan dengan cara - cara yang kurang baik.
Penilaian (evaluasi) dan pengujian (lulus atau tidaknya) sebaiknya dipisahkan. Kembalikan UAN ke EBTANAS.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI