Mohon tunggu...
Syahiduz Zaman
Syahiduz Zaman Mohon Tunggu... Dosen - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Penyuka permainan bahasa, logika dan berpikir lateral, seorang dosen dan peneliti, pemerhati masalah-masalah pendidikan, juga pengamat politik.

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Pilihan

Skripsi sebagai Labirin Tantangan: Antara Mahasiswa, Dosen Pembimbing, dan Mitos Menyesatkan

27 Agustus 2023   13:04 Diperbarui: 27 Agustus 2023   13:54 150
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Skripsi, seperti labirin misterius, telah mempesona para mahasiswa dengan janji-janji tantangan tersembunyi yang mengintip di balik dinding tebalnya. Namun, apakah kita benar-benar berbicara tentang para mahasiswa yang berjuang sendirian dengan monster-monster dalam labirin ini, ataukah ada elemen lain yang sering diabaikan—elemen yang dikenal dengan nama "dosen pembimbing"?

Seringkali, ketika membahas perjuangan para mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi mereka, kita cenderung mengabaikan faktor penting yang juga berperan dalam menentukan jalur dan jalan keluar dari labirin ini.

Bukan rahasia lagi bahwa beberapa dosen pembimbing mungkin bisa menjadi pahlawan dalam cerita ini, tetapi ada pula yang berpotensi menjadi sumber jebakan dan tantangan yang terlalu banyak. Mahasiswa menghadapi berbagai rintangan, tidak hanya terbatas pada konten dan metodologi, tetapi juga dalam bentuk harapan yang tidak realistis dan kritik yang berlebihan.

Sebagai mahasiswa, normal rasanya merasa kewalahan oleh revisi, revisi dan revisi. Namun, teruslah maju dengan arah yang jelas. Sementara sebagian besar opini dan sudut pandang sering menyoroti upaya keras para mahasiswa dalam mengatasi situasi ini, keberadaan dosen pembimbing yang mungkin terlalu kritis dan menuntut kesempurnaan tidak boleh diabaikan. Pertanyaannya adalah, mengapa narasi ini sering diabaikan?

Kita perlu menghadapi mitos bahwa "mahasiswa harus mengatasi semua hambatan sendirian." Tidak, tidak ada yang salah dengan mencari bantuan, terutama dari seseorang yang memiliki peran khusus dalam proses ini. Namun, terkadang dosen pembimbing sendiri mungkin terlalu terperinci pada detail-detail kecil yang memiliki sedikit dampak signifikan pada hasil akhir. Alih-alih membantu mahasiswa menavigasi labirin, mereka mungkin tanpa disadari malah membawa mereka lebih dalam ke dalam kebingungan.

Keberadaan dosen pembimbing tidak bisa diabaikan dalam diskusi ini. Ada cerita-cerita yang belum pernah diceritakan tentang dosen pembimbing yang gagal memberikan panduan yang jelas, menghindari pertemuan konsultasi, atau bahkan menghancurkan kepercayaan diri mahasiswa dengan kritik-kritik yang meruntuhkan semangat. Ini adalah elemen penting dalam cerita yang sering terlupakan atau diremehkan.

https://pixabay.com/
https://pixabay.com/
Namun tentu saja, tidak semua dosen pembimbing terjebak dalam pola perilaku ini. Beberapa dari mereka memiliki pemahaman mendalam tentang peran mereka dalam membimbing dan mendukung mahasiswa.

Dosen pembimbing yang efektif akan menciptakan lingkungan yang mendukung dan memberikan panduan yang jelas, sambil menghargai usaha para mahasiswa. Mereka akan mendorong para mahasiswa untuk memahami bahwa skripsi adalah proses pembelajaran, bukan usaha untuk mencapai kesempurnaan instan.

Kesadaran ini akan membantu para mahasiswa dan dosen pembimbing bekerja sama sebagai tim, mengatasi rintangan bersama, dan akhirnya lebih berhasil menavigasi labirin skripsi dengan lebih efektif.

Dalam pandangan ini, mari kita sambut sepenuhnya realitas dari proses skripsi. Para mahasiswa pantas mendapatkan dukungan dan panduan yang otentik, bukan hanya dari teman sekelas mereka, tetapi juga dari dosen pembimbing mereka.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun