Sering kali film nasional belum sempat kita saksikan di bioskop, tiba-tiba sudah turun layar. Namun film "Ipar Adalah Maut" merupakan anomali karena bisa bertahan cukup lama di bioskop.
Film bergenre drama rumah tangga ini rupanya sangat disukai penonton, bahkan berhasil melewati kepopuletan film horror.
Terbukti cukup banyak film bergenre drama rumah tangga lainnya yang juga dipoduksi, seperti "Bintang Jatuh", 'Noktah Merah Perkawinan", Wedding Agreement" dan "Sehidup Semati".
Film "Ipar Adalah Maut" (2024) dirilis pada bulan Juni 2024. Dengan sutradara kondang sebagai jaminan, Hanung Bramantyo. Yang menampilkan deretan artis seperti MichelleZiudith, Deva Mahendra, Davina Karamoy, Aliesha Fafilah, dan Dewi Irawan.
Film dengan durasi sepanjang 131 menit ini menggunakan dialog dalam dua bahasa Indonesia dan Jawa. Cerita diadaptasi dari cerita viral berjudul sama karya Elizasifaa.
Sinopsis film ini berkisah tentang Nisa (Michelle Ziudith) yang menikah dengan Aris (Deva Mahendra). Pada mulanya mereka cukup bahagia dengan dikarunuai seorang anak perempuan.
Hingga suatu hari adik kandungnya sendiri Rani (Davina Karamoy) ingin tinggal bersama mereka dan malapetaka terjadi.
Aris berselingkuh dengan Rani. sehingga perkawinan Nisa dan Aris mengalami keretakan.
Soalnya Rani diam-diam merebut hari Aris, yang mengakibatkan Aris menjauhi Nisa. Nisa yang merasa curiga dengan sikap suaminya, lalu menyelidiki hingga kasus perselingkuhan ini berhasil terkuak.
Bagaimana akhir cerita perselingkuhan ini ? Bila Anda penasaran, segera carilah di laman streaming.
Dalam kehidupan rumah tangga, baik di rumah sendiri maupun di rumah orangtua, adik kandung apalagi teman, juga tidak layak dipercaya. Karena seperti filosofi Jawa "tresno jalaran kulino". Kedekatan dua mahluk berbeda gender bisa saja menimbulkan percikan cinta. Asal muasalnya banyak, bisa suami yang tidak setia, atau ipar / teman yang menggoda. Demi keamanan perkawinan kita, sebaiknya hindari ada pihak ketiga hadir dalam rumah tangga kita. Bahkan dalam kondisi yang anonali pun, yang seharusnya tidak layak bisa saja terjadi. Misal perselingkuhan dengan mertua.