Hari Sabtu pagi 15 Maret 2025 muncul tantangan dari Ketapels, komunitas Kompasianer yang berdomisili di Tangsel dan sekitarnya untuk walking tour di Bogor pada hari Minggu 16 Maret 2025.
Wah, luar biasa berani, di kala komunitas lain tiarap pada bulan Ramadan, Ketapels justru berkolaborasi dengan Ladiesiana mengadakan acara jalan-jalan pada bulan Ramadan.
Siapa takut?
Ternyata peminatnya tidak sebesar kuota yang dicanangkan, akhirnya berangkatlah kami ber enam yang berani menjawab tantangan Ketapels, empat wanita dan dua pria.
Dengan sedikitnya peserta justru tambah guyub, kami berjalan kaki dari Taman Topi Stasiun Bogor atau Alun Alun Kota Bogor melalui jalan Muslihat. Melewati bangunan tua yang sangat heritage, yang ternyata sebuah gereja, tibalah kami di Balai Kirti.
Balai Kirti yang artinya rumah untuk menyimpan kemashyuran, kami masuki setelah mengisi buku tamu. Lalu kami juga harus melalui pintu detektor logam, maklum karena lokasi Balai Kirti ini berada di lingkungan Istana Bogor.

Mengisi lagi buku tamu dan menitipkan tas, yang boleh dibawa hanya dompet dan gawai. Masing-masing mendapatkan sebuah katalog tentang Balai Kirti atau Museum Kepresidenan ini.

Balai Kirti terdiri dua lantai, lantai satu untuk ruang audio visual dan ruang pamer. Sedangkan lantai dua, terdapat Galeri Kepresidenan, Perpustakaan dan Ruang Baca.