Film nasional pada tahun 2024 sudah dapat dikatakan mampu menuadi tuan rumah di negeri sendiri. Beberapa kali terlihat film asing yang justru tergusur oleh film nasional  Mwski kadang-kadang masih sempat merasa trenyuh saat menonton film nasional, jumlah penontonnya masih kalah dengan jumlah jari tangan, ironisnya saat pulang, gedung bioskop sudah kosong, alias penonton lain sudah pulang duluan.
Dari data jumlah penonton film nasional aelama 2024 yang berhasil dicatat, film ""Agak Laen" yang berhasil meraih jumlah penonton tertinggi 9.125.188 penonton.
Genre film ini adalah horror komedi. Rupanya bumbu horror masih menjadi daya tarik bagi penonton Indonesia. Â Terbukti enam film lainnya yang berhasil masuk peringkat 10 besar adalah film horror. Â Keenam film itu adalah "Vina: Sebelum 7 Hari" (2) - 5,8 juta, "Badarawuhi di Desa Penari" (4) - 4 juta,, "Siksa Kubur" (5) -4 juta, "Sekawan Limo" (6) - 2,4 juta, "Pemandi Jenazah" (7) - 1,6 juta, dan "Kang Mak from Pee Mak" (8) - 1,5 juta .
Tiga film lainnya yang verhasil masuk peringkat 10 besar adalah genre romance, "Ipar Adalah Maut" (3) - 4,7 juta, drama romantic "Ancika,' Dia yang Bersamaku 1995" (9) - 1,3 juta, dan drama romantic "The Architectur of Love" (10) - 1'juta.
Beberapa sutradara dan Production House untuk tahun 2025 masih akan bertahan pada genre horror / thriller dan drama romance, serta ada tambahan genre .fantasy dan Petualangan.
Hal ini tampak pada film-film yang sudah antre untuk ditayangkan pada bulan Januari 2025.
Horror / thriller
* Utusan Iblis
* Alnarhum
Drama
* Elang
* 1 Imam, 2 Makmum