Bukan saja SBY yang bingung dengan kondisi yang ada saat ini[http://green.kompasiana.com/limbah/2010/12/02/sby-bingung/], namun SP juga ikut bingung dengan banyaknya kompasianers yang menuntut Iskandar Zulkarnaen dan Pepih Nugraha mundur dari jabatan Admin Kompasiana.com. Nuansanya seperti ada hegemoni yang sangat powerfull yang terganggu stabilitasnya karena admin kurang responsif. Mereka protes admin ! Setelah mengikuti dengan seksama, ternyata para komentator rilis Wijaya Kusuma dan Linda dapat dikelompokkan ke dalam: Pertama, Ikut "menghabisi" kedua Admin dengan aneka unjuk gigi yang pragmatis dengan alasan-alasan klasik. Kedua,
Merenung sejauh mana "keemasan masa silam" dan minta kembali masa-masa indah itu. Padahal jaman tidak mungkin mundur ke belakang. Entah apa yang dimaksud jaman keemasan, rasanya emas tiap tahun ganti harga! Ketiga,
Sibuk menghajar dengan ketikan-ketikan keras ke tuts dengan kata-kata keras juga.Hajar!Hantam! Demikian usulannya memanaskan situasi. Keempat,
Mengaku hanya menonton dan mengamati saja dulu. Bila ada peluang baru bersuara. Kelima,
Pusing dengan kisruh karena merasa punya pengalaman dengan Admin yang tidak terselesaikan.Perlu Bodrex? Keenam,
Hei, bahkan rasa kesal sampai ke ubun-ubun dan ingin mencari jalan keluar! Tapi,bagaimana? Ketujuh,
Yang tidak ikut-ikutan mengomentari kedua Admin sebenarnya masuk golongan inikah? Santai saja tuh! Kan sudah community Kompasianers di FB asuhan ASA? Kedelapan,
Berdoa bisa sebagai alternatif pertama atau terakhir. Kelompok ini selalu mengatakan, "Ya, sudahlah! Sabarlah! Kita doakan saja ada perubahan!" Kesembilan,
Takjub habis! Melihat simpang-siur para penulis yang kritis terhadap keduanya, kelompok ini hanya takjub habis! Busreet, dah!!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI
Lihat Inovasi Selengkapnya