Gotong royong merupakan salah satu budaya Indonesia yang sudah ada sejak nenek moyang kita. Dimana budaya ini turun temurun dilakukan oleh warga Indonesia hingga di era modern ini. Gotong royong adalah  pekerjaan yang dilakukan bersama - sama untuk mencapai tujuan dan bersama-sama juga menikmati hasil pekerjaan tersebut secara adil.
Adapun contoh gotong royong dalam kehidupan sehari hari adalah membersihkan lingkungan, melakukan ronda, membantu tetangga yang sedang kesulitan, membantu membangun fasilitas umum seperti masjid dan masih banyak lagi. Namun dengan seiringnya waktu budaya gotong royong ini mulai tergeserkan. Salah satu penyebabnya adalah berkembangnya  teknologi ditambah lagi dengan budaya asing yang masuk ke Indonesia. Masyarakat lebih memilih menikmati hidup di dunia maya dari pada dunia nyata, terutama generasi muda saat ini.
Maka dari  itu sangat penting sekali untuk menanamkan budaya gotong royong sejak kecil. Supaya tradisi ini tetap bisa dilestarikan dan terjaga dengan baik. Jika dibiarkan begitu saja kemungkinan besar 5 sampai 10 tahun kedepan budaya gotong royong ini akan hilang begitu saja.
Kegiatan gotong tidak hanya dilakukan di lingkungan masyarakat saja. Tetapi  dapat diimplementasikan di pendidikan. Pendidikan tidak hanya berperan untuk mencerdaskan dan mengajarkan ilmu kepada generasi. Akan tetapi Pendidikan juga memiliki peran yang besar dalam menanamkan nilai-nilai gotong royong kepada generasi di era modern.
Nilai- nilai gotong royong dapat ditanamkan sejak kecil dan diimplementasikan di Pendidikan. Seorang guru dapat memberikan tugas kepada muridnya  secara kelompok. Dengan demikian murid dapat menyelesaikan tugas lebih mudah, tidak rumit, dan lebih efektif sehingga murid- murid tidak jenuh dan merasa senang. Jika sudah merasa sanang murid-murid tentunya lebih semangat lagi untuk belajar.
Kemudian guru dapat mengatur dan membuat kelompok jadwal piket kelas secara bergantian. Dengan seperti itu tercipta implementasi gotong royong dan juga dapat meringankan pekerjaan murid dan kelas tetap bersih. Sehingga bisa belajar dengan baik, nyaman, dan tenang.
Selain itu sekolah dapat mengadakan ajang perlombaan antar kelas. Maka murid akan mendelegasikan dan membuat strategi untuk mencapai tujuan bersama. Disitulah murid-murid terlatih untuk melakukan gotong royong diera modern ini. Jika seorang murid sudah terbiasa ditanamkan nilai-nilai gotong seperti ini maka tidak menutup kemungkinan hal itu akan menjadi sebuah karakter yang melekat didiri mereka.
Ketika  sudah menjadi karakter maka peran pendidikan dapat dikatakan berhasil mencetak generasi cerdas dan berakhlak. Tidak hanya cerdas dan berakhlak tetapi mencetak generasi yang menjunjung tinggi dan melestarikan budaya gotong royong. Sehingga Karakter atau kebiasaan budaya gotong royong tersebut dapat diimplementasikan dan dikembangkan juga di masyarakat nantinya. Maka dari itu sangat tepat sekali bahwa pendidikan harus bisa memberikan peran menanamkan nilai-nilai gotong royong kepada murid  untuk mencegah hilangnya budaya ini dan sebagai bentuk wujud implementasi sila-3 yaitu persatuan Indonesia.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI