Mohon tunggu...
Susan Irma
Susan Irma Mohon Tunggu... -

menulis,,,ajang untuk pelampiasan rasa :)

Selanjutnya

Tutup

Puisi

Siapa Bilang Orang Sunda Ga Bisa ngomong F (ef)?? *~*

30 November 2010   03:38 Diperbarui: 26 Juni 2015   11:10 277
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Masa  sih kebanyakan orang sunda ga bisamelafalkan  huruf F (ef) dan V (Ve)


Sepertinya memang sudah menjadi rahasia umum,  masyarakat dari daerah priangan 'sedikit'memiliki problem dalam melafalkan huruf ' F'. Mereka melafalkan huruf  'F' dengan bunyi 'P'. Apalagi jika huruf-huruf tersebut berurutan dalam satu kata atau kalimat, asli, ribet ngucapinnya.


Teman-teman yang kebetulan tinggal di tatar sunda atau yang pernahberjalan-jalan di daerah Prahiyangan, pernahkan memperhatikan tulisan-tulisandi jalanan? Entah itu iklan lah, nama rumah makan lah,,,coba deh perhatikan.Contoh yang sering ditemui:


' Terima serpispompa air'


'Pried Chicken'


'Jual Es Panta'


Dan lain-lainnya.


Kalau mengatasnamakan seluruhorang Sunda sepertinya kurang bijak juga, karena pasti banyak juga yang bisamelafalkan huruf F atau V dengan baik dan benar.  Jadi dalam hal ini, aku mau ambil contoh kasussaja. Diriku sendiri. Ya benar, aku orang sunda karena lahir, besar danbergaul  di tatar Parahiyangan, walaudarah yang mengalir ga sepenuhnya sunda, tapi asli, aku sunda banget, sunda bege te, apalagi dalam hal pelafalan huruf 'F' dan ' V' tadi, asli aku Sundabanget alias selalu berbunyi 'P'  hahaha,,,,.


Pada awalnya aku merasa bisa-bisaaja melafalkan kedua huruf tadi,,,setidaknya sampai  aku lulus kuliah, tidak ada yang protesdengan  cara pelafalan si F dan V tadi.Mungkin juga karena sampe lulus kuliah, lingkunganku masih yang sunda banget,jadi pelafalan F dan V kami sama. Sama-sama berbunyi P,,,hihihi,,,,.


Masuklah aku ke dunia kerja.


Di suatu pagi, klien kamimenelpon.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun