Salah satu langkah konkret yang akan dilakukan adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara BP Taskin, Forum BUMDES Indonesia, dan Rumah Produksi Gizi. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat implementasi program di lapangan dan memastikan keberlanjutannya.
Selain itu, pengembangan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam keberhasilan program ini. Oleh karena itu, pelatihan bagi petani, peternak, dan pelaku usaha desa akan dilakukan dengan menggandeng komunitas akademisi dan profesional di berbagai bidang. Bahkan, mahasiswa Indonesia di luar negeri juga diajak untuk berkontribusi dalam transfer teknologi dan ilmu pengetahuan yang relevan dengan program ini.
Masa Depan Desa: Kemandirian yang Nyata
Dengan roadmap yang jelas dan dukungan penuh dari berbagai pihak, transformasi desa menjadi pusat ekonomi baru bukanlah sekadar mimpi. Langkah-langkah strategis yang telah dirancang akan membantu menciptakan suasana kemandirian pangan yang tidak hanya berskala nasional tetapi juga diterapkan di setiap provinsi.
Target yang ingin dicapai dalam dua tahun ke depan adalah suasembada pangan di tingkat provinsi, di mana minimal 80% bahan pangan yang digunakan dalam program makan bergizi gratis harus berasal dari produksi lokal di provinsi tersebut. Dengan cara ini, distribusi pangan menjadi lebih efisien dan ketahanan pangan nasional semakin kuat.
Pada akhirnya, jika semua elemen dapat bekerja sama dan program ini berjalan sesuai rencana, kita akan melihat perubahan nyata di desa-desa Indonesia. Desa tidak lagi menjadi simbol kemiskinan, tetapi justru menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Mari bersama kita dukung perubahan ini demi Indonesia yang lebih mandiri dan sejahtera!
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI