Indonesia, dengan landasan ideologi Pancasila dan budaya gotong royong yang mengakar, memandang pembangunan berkelanjutan sebagai agenda yang harus disesuaikan dengan karakteristik bangsa. Bung Karno pernah menegaskan bahwa Pancasila, jika "diperas" menjadi satu inti, adalah semangat gotong royong. Dalam konteks ini, penyesuaian Sustainable Development Goals (SDGs) internasional ke dalam SDGs Indonesia menjadi langkah penting untuk memastikan tujuan global dapat diimplementasikan secara efektif sesuai dengan nilai-nilai lokal dan visi strategis, seperti Asta Cita Prabowo.
Gotong Royong: Fondasi Pembangunan Berkelanjutan di Desa
Gotong royong merupakan inti dari kehidupan sosial di Indonesia, terutama di desa. Budaya ini tidak hanya mencerminkan solidaritas sosial tetapi juga menjadi modal sosial yang dapat digunakan untuk:
-
Pengentasan Kemiskinan (Goal 1):
- Melibatkan masyarakat desa dalam program padat karya yang mendistribusikan manfaat ekonomi langsung.
- Mengembangkan sistem bantuan berbasis komunitas, seperti koperasi desa untuk mendukung warga kurang mampu.
Ketahanan Pangan (Goal 2):
- Menggerakkan kelompok tani melalui mekanisme gotong royong untuk meningkatkan hasil produksi pertanian.
- Mengelola lumbung desa sebagai cadangan pangan yang dikelola bersama untuk menghadapi krisis pangan lokal.
Infrastruktur Berbasis Komunitas (Goal 9):
- Mendorong pembangunan infrastruktur desa seperti jalan, irigasi, dan fasilitas sanitasi melalui kerja sama masyarakat.
Pengelolaan Lingkungan (Goal 13 dan Goal 15):
- Mengaktifkan program penghijauan desa dengan gotong royong untuk memulihkan ekosistem lokal.
- Membentuk kelompok masyarakat peduli lingkungan yang bertugas menjaga keberlanjutan sumber daya alam.
Implementasi Asta Cita Prabowo di Desa dalam SDGs
Asta Cita, yang menjadi misi strategis Prabowo-Gibran dalam mendukung visi "Bersama Indonesia Maju Menuju Indonesia Emas 2045," memberikan panduan konkret untuk menyesuaikan dan mengimplementasikan SDGs internasional di desa. Beberapa langkah implementatif yang dapat dilakukan meliputi:
Membangun dari Desa dan dari Bawah (Asta Cita Poin 6):
- Fokus pada pemberdayaan ekonomi desa: Mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi lokal yang mendukung pengurangan kemiskinan (Goal 1) dan ketahanan pangan (Goal 2).
- Dana Desa untuk Infrastruktur: Mengarahkan Dana Desa untuk membangun fasilitas publik yang mendukung kesejahteraan masyarakat, seperti pasar desa, jalan, dan fasilitas irigasi.
Memperkokoh Ideologi Pancasila dan Gotong Royong (Asta Cita Poin 1):
- Menanamkan nilai gotong royong dalam setiap program pembangunan desa, seperti revitalisasi kegiatan musyawarah desa untuk memastikan partisipasi warga dalam perencanaan pembangunan.
-
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!Jalan Braga Bandung, Ketika Bebas Kendaraan!
7 bulan yang lalu