Tanjung, Kab. Klaten (07/02/2023) -- Eksistensi perpustakaan sangat penting terutama di sekolah dasar. Hal ini dikarenakan perpustakaan sekolah menjadi 'jantung' dari seluruh kegiatan pembelajaran dan pencarian informasi. Selain itu perpustakaan sekolah juga berfungsi sebagai sarana untuk meningkatkan kemampuan literasi murid. Untuk menjalankan fungsinya secara maksimal, perpustakaan harus dikelola dengan baik terutama bahan pustaka yang dimilikinya.
Pelatihan Pengolahan Bahan Pustaka menjadi salah satu program kerja mahasiswa KKN TIM 1 Undip 2022/2023, Suryatina dari program studi Ilmu Perpustakaan 2019. Program kerja ini terbentuk dari hasil survei dan usulan dari Pak Supanimin, S.Pd, selaku Kepala SDN 1 Tanjung yang terletak di Desa Tanjung. Program kerja ini diusulkan karena bahan pustaka yang dimiliki perpustakaan belum diolah dengan baik karena baru saja dipindahkan ke gedung baru dan banyak buku yang hilang dan rusak setelah dipinjam oleh siswa.
Program kerja ini dimulai dengan memberikan sosialisasi terkait tahapan dalam melakukan pengolahan bahan pustaka yang dilaksanakan pada Sabtu, 28 Januari 2023. Kegiatan sosialisasi ini diikuti oleh seluruh guru SDN 1 Tanjung yang berjumlah 10 orang. Tujuan dilakukan sosialisasi ini yaitu untuk mengedukasi secara teoritis mengenai tahapan yang harus dilakukan dalam mengolah bahan pustaka mulai dari menerima hingga bahan pustaka dapat dijajarkan di rak koleksi. Kegiatan ini juga dilakukan agar seluruh bahan pustaka dapat dikontrol untuk meminimalisir kehilangan dan kerusakan.
Kemudian pada Sabtu, 4 Februari 2023 dilakukan pelatihan langsung di perpustakaan bersama guru SDN 1 Tanjung. Pelatihan ini dilakukan mulai dari tahapan inventaris, yaitu pencatatan bahan pustaka ke buku induk dan pembuatan kantung buku.Â
Kemudian dilanjut dengan tahapan katalogisasi pembuatan katalog buku. Selanjutnya praktik membuat label buku dengan menentukan nomor panggil buku. Penentuan nomor panggil ini menggunakan pedoman DDC (Dewey Decimal Classification). Tahapan ini disebut dengan tahapan klasifikasi. Tahapan ini memakan waktu cukup lama dikarenakan guru-guru masih awam menggunakan pedoman DDC.
"oo berarti setiap buku itu nomornya beda-beda ya, mbak" Ucap Bu Siti selaku pengelola perpustakaan setelah melakukan praktik menentukan nomor panggil.
Â
 "Saya berterima kasih banyak kepada mbak sudah mau memberikan informasi bagaimana caranya mengolah buku dengan benar diperpustakaan kami yang belum sempat diolah dengan baik" Ucap Bu Siti.Â
Dengan dilakukannya sosialisasi dan pelatihan ini diharapkan kedepannya pengelola perpustakaan SDN 1 Tanjung dapat mengolah bahan pustaka dengan baik agar dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh seluruh siswa maupun guru.
Penulis : Suryatina
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI