"Sebenarnya seorang laki-laki harus lebih bijak terhadap perempuan, karena kalau dibandingkan pekerjaan laki-laki, perempuan jauh lebih banyak" Keluh seorang perempuan di salah satu pertemuan di teras rumah warga.
Ikut nimbrung bersama ibu-ibu di kampung, membuat saya mulai memahami bagaimana perspektif perempuan terhadap laki-laki, terlebih terhadap suaminya. Di pertemuan tersebut, saya memilih banyak mendengarkan. Mendengarkan beragam cerita atau lebih tepatnya keluhan ibu-ibu rumah tangga ini terhadap suaminya.
Jadilah perempuan banyak mengambil pekerjaan dengan upah harian untuk bekerja di ladang maupun di sawah. Hasil dari pekerjaan itu menjadi bukti bahwa perempuan semakin sibuk dalam beragam urusan. Hanya saja kadang kala suami belum sepenuhnya memahami bagaimana peran seorang istri dalam rumah tangga.
"Kadang suami bilang, apa sih pekerjaan istri" Ketusnya dan gestur yang tak bersahabat
Pernyataan  seperti itu kadang menyakitkan dan membuat dada terasa sesak. Namun demikian, seorang istri biasanya mampu menyimpan sendiri kemarahan. Dirinya menyadari, memang tidak semua laki-laki seperti itu, ada pula suami yang bahkan mengambil porsi pekerjaan istri seperti menyapu rumah, mencuci, bahkan memasak. Tapi umumnya tidak banyak, apa lagi masyarakat yang masih memandang perempuan tidak lah lebih baik dari laki-laki dalam urusan rumah tangga.
"Kita sebagai istri sebelum subuh sudah bangun, memasak, menyapu rumah, sementara suami masih tidur dan bangun langsung makan" Terangnya.
Lanjutnya, dirinya sedang tidak bermaksud mengeluhkan pekerjaannya sebagai istrinya. Hanya saja sikap suami kadang membuatnya jengkel karena memandang rendah urusan - urusan seperti menyapu, memperbaiki tempat tidur dan menyapu halaman rumah.
Mendengar cerita dari ibu-ibu rumah tangga ini, saya memahami beberapa hal penting yang mesti menjadi perhatian khusus bagi laki-laki atau suami.
Pertama, perempuan harus diberi apresiasi atas apa yang dikerjakannya, walau itu tidak memberi efek besar terhadap kehidupan rumah tangga. Karena dengan mengabaikan, atau sikap meremehkan apa yang dikerjakannya malah akan menjadi sumbu yang bisa menyala dan membakar belukar keharmonisan rumah tangga.
Ketiga, perempuan tidak menyukai laki-laki yang suka membentak apa lagi yang mudah marah. Kemarahan hanya akan membuatnya terpukul dan berefek buruk pada hilangnya konsentrasi pada pekerjaan yang hendak dilakukannya.
Karena baginya sangat penting bagi laki-laki atau suami bersikap lemah lembut, terlebih memberikan surprise pada momen-momen tertentu. Karena hal itu bisa meningkatkan kepercayaan diri perempuan terhadap pasangannya.