Oleh: Supiyandi
Menteri Luar Negeri BEM KM Unsri 2019
Twetter: @supiiyandi15Â
Instagram: supiyandi771
Email: supiyandi771.1@gmail.com
Beberapa hari terakhir, kota Palembang dan sekitar termasuk sebagian wilayah Sumatera Selatan resah dengan kehadiran asap akibat dari kebakaran hutan dan lahan. Kualitas udara sangat rendah dan psaokan oksigen menipis karena asap. Fenomena ini menjadi tranding topik di media lokal dan nasional. Di Palemang aktivitas belajar-mengajar disekolah dan perguruan tinggi terganggu. Selain itu, juga mengganggu aktivitas ekonomi dan kesehatan msyarakat.
Kehadiran asap kebanyakan disebabkan oleh terbakarnya lahan gambut. Sumatera Selatan sebagian wilayahnya adalah lahan gambut yang mudah terbakar ketika musim kemarau. Namun tidak semudah yang kita bayangkan terbakarnya. Ada beberapa faktor yang bisa menyebabkannya dan faktor tangan manusia tetaplah yang tertinggi.
Pada tahun 2015 banyak kebakaran hutan yang dilakukan oleh masyarakat ataupun perusahaan dengan motif ekonomi agar bisa membuka lahan dengan biaya murah. Dari sisi perusahaan, motif pembakaran lahan kurang produktif bisa diklaim asuransi ganti rugi akibat kebakaran lahan. Penting kita cermaati disini ada kepentingan dibalik pembakaran lahan ini terutama lahan gambut.
Jika ditelaah lebih jauh permasalahan lingkungan salah satunya adalah kebakaran hutan berawal dari prinsip pembangunan lingkungan ekodevelopmentalis yang memperjuangkan kelestarian lingkungan bukan demi lingkungan itu sendiri, tetapi terutama demi keberlangsungan pertumbuhan ekonomi dan pemupukan modal (kapitalisme). Semboyannya yang terkenal adalah sustainable development. Lingkungan perlu dilestarikan karena hanya melalui pelestarian tersebut terjamin pula kelangsungan pasokan bahan baku industri sehingga pertumbuhan ekonomi akan terus berlangsung.
Paradigma pembangunan lingkungan hidup inilah yang kemudian menjadi landasan bagi korporasi melakukan ekspansi ekonomi melalui penebangan hutan dan lahan. Berbagai macam izin pengelolaan lahan diberikan untuk meningkatkan perekonomiaan.Â