Suasana Ramadan di kampung ini masih didominasi oleh budaya masyarakatnya yang mayoritas adalah orang Betawi. Tradisi berpuasanya sangat kental dipengaruhi oleh afiliasi organisasi keagamaan yang diikuti, yaitu Muhammadiyah dan NU. Kekentalan ini bisa dilihat dari masjid tempat berbuka puasa dan salat tarawe.
Dalam kekentalan tradisi ini satu hal yang membuat mereka tetap sama adalah makanan untuk berbuka puasanya. Baik jamaah yang berafiliasi dengan Muhammadiyah maupun NU kalau berbuka puasa makannya adalah gorengan, lontong, nasi uduk, cendol atau kolak yang merupakan makanan asli orang Betawi.
Kondisi lingkungan yang masih “agraris” membuat puasa di sini serasa di kampung, di mana hidupnya masih dikelilingi oleh lingkungan alam yang hijau dan asri. Di sekitar masjid atau musholah masih banyak kebun dan pepohonan yang subur. Jalan tanah yang becek dan lembab pun masih menjadi tempat yang dilewati masyarakat. Ditambah lagi dengan kondisi saat itu, sepeda motor dan mobil masih jarang yang berseliweran di jalan seperti sekarang.
Cerita Buka Puasa
Buka puasa merupakan momen yang paling ditunggu oleh mahasiswa penghuni kos lantaran suasananya yang menyenangkan. Selain audio penanda yang sudah dihidupkan dari masjid atau musala sekitar satu jam sebelum berbuka, hilir mudik para mahasiswa mencari takjil di pasar takjil atau warung juga menjadi pemandangan khas menjelang buka. Selain itu, kesibukan warga menyediakan makanan berbuka juga terasa sekali dalam bentuk dialog di dalam keluarga. Suasana-suasana seperti inilah membuat Ramadan benar-benar terasa hadir di kampung ini.
Apakah suasana indah Ramadan ini juga hadir dalam hidup Saya? Tentu iya. Karena Saya pernah dikirimi makanan berbuka masakan keluarga pemilik kos, pernah juga belanja takjil di lokasi yang sudah disediakan oleh kelurahan, dan merasakan ketenangan ketika mendengarkan audio penanda Ramadan dari masjid dan musala.
Tidak setiap hari pemilik kos mengantarkan makanan berbuka untuk saya. Belanja di pasar takjil pun tidak setiap hari juga. Kalau pun belanja, yang dibeli paling bakwan atau lontong. Dalam hitungan, Saya lebih banyak tidak belanjanya daripada belanja.
Kondisi finansial memang sangat menentukan dalam memilih cara untuk mendapatkan takjil atau makanan berbuka puasa saat itu. Kalau lagi dapat kiriman wesel dari kampung, lebih cenderung membelinya di pasar takjil atau berburu takjil rada jauhan dari kampung ini. Tapi ketika musim paceklik alias tidak ada kiriman wesel sama sekali, Saya punya cara alternatif untuk mengatasi masalah buka puasa.
Buka Puasa Tahun 90-an