Allah tidak pernah menuntut imbalan atas kehidupan yang dianugerahkan-Nya. Â Bukan hanya nafas kehidupan, tetapi segala yang kita butuhkan diberikan secara gratis oleh-Nya.
Kedua, Pujian. Dalam doa, kita memuji Allah yang Mahabaik. Dia adalah Allah yang baik, paling baik dan seluruhnya baik. Segala kebaikan bersumber dari pada-Nya. Karena kebaikan-Nya, kita selalu memuji dan memulikan Dia setiap waktu, kapan dan dimana pun kita berada.Â
Ketiga, Permohonan. Selain bersyukur dan pujian, ada unsur yang terakhir, yakni permohonan. Dalam doa, kita memohon dan meminta apa yang menjadi kerinduan hati kita yang paling dalam.
Kita bisa meminta agar segala persoalan dalam hidup dapat teratasi. Kita meminita agar mendapat rejeki yang berlimpah. Singkatnya, segala sesuatu bisa kita minta kepada-Nya.Â
Baca juga : Ternyata Surga dan Neraka Sama-sama Menyeramkan bagi Pengidap Fobia Ini
Seperti yang dilukiskan dalam Alkitab, "Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah maka pintu akan dibukan bagimu" (Matius 7: 7).
Apakah pentingnya neraka?
Neraka juga penting. Neraka memungkinkan umat beragama untuk takut akan Allah. Takut akan Allah sama halnya dengan takut terhadap dosa dan kejahatan.Â
Kita takut berbuat dosa karena Allah nantinya akan membuang kita ke neraka. Neraka identik dengan tempat yang sangat menakutkan. Tempat penyiksaan di alam akhirat.
Di neraka para penjahat disiksa secara kejam dan dibakar di api abadi. Tak ada hakim di sana yang dapat membela kita secara mati-matian. Tak terdengar pula seruan-seruan pembelaan dari luar dinding neraka.Â
Yang ada hanya penyiksaan. Yang ada hanya tangisan, ratap dan gertak gigi. Karena itu, mulailah memilih dari sekarang, mau ke Surga atau ke Neraka?