Mestinya Wapres Perempuan Bukan Sekedar PendampingÂ
By : Suhatman PisangÂ
  Walau hanya masih sebatas wacana, Wakil Presiden Perempuan tampaknya cukup menarik di perbincangkan dalam ranah politik Indonesia saat ini.Â
  Sambil menunggu putusan, dua nama yang sudah di umumkan sebagai calon presiden - memutuskan calon wakil presidennya .Â
   Pemikiran atau usulan calon wapres perempuan menarik juga dari banyak sisi. Sisi gender, sisi keterwakilan perempuan, sisi fakta bahwa pemilih perempuan lebih banyak dari pemilih pria, dan dari sisi kemampuan dan kelayakan perempuan sebagai pemimpin bangsa.Â
   Perempuan jadi pemimpin sudah lumrah di Indonesia, jabatan Presiden pun sudah pernah didapat perempuan Indonesia, ditengah kehidupan hampir semua posisi perempuan sudah ada , walaupun jika di akumulasi prosentasenya masih jauh dibanding pria.Â
    Perempuan kini biasa jadi ketua RT, RW,Kades,Lurah,Camat,Walikota / Bupati, Gubernur, Mentri, Kepala Badan / Lembaga , Dinas atau Perusahaan.Â
    Meski secara kuantitas jumlahnya sedikit, namun kualitas perempuan menjadi pimpinan nilainya selalu diatas rata rata bahkan banyak yang prestasinya menjulang .Â
    Kini sejumlah nama mengapung disebut sebut layak menjadi Wapres. Wacana yang ada setidaknya ada 2 orang Perempuan yang berpeluang menjadi Wapres untuk Capres yang sudah beredar dan di umumkan oleh partai pengusung, yaitu Prabowo dan Ganjar .Â
    Sejumlah nama pun 'mengapung' dan dianggap layak untuk menjadi Wapres Perempuan. sebut saja Kofifah Indar Parawansa, Yeni Wahid, Puan Maharani, juga muncul nama Sri Mulyani.Pernah juga muncul nama Susi Pudjiastuti, dan Risma yang kemudian tenggelam lagi.Â
   Menarik, peluang itu ada. Dan Wapres Perempuan punya juga nilai jual ke pemilih.Â