Sebenarnya agak sungkan juga membawa ibuku ke Kompasiana ini. Beliau tak paham kalau di Indonesia sudah hadir sebuah ajang "sharing and connecting" yang sangat populer yaitu Kompasiana ini.
Walaupun begitu, ibuku paham harga bawang yang suka melambung tinggi, juga harga cabe yang kadang melambung kadang terjerembab saat petani di kampungku panen cabe. Beliau paham juga kalau harga kopi sekarang tak menjanjikan lagi. Dan tak ada pejabat yang menanyakan, apakah mereka rugi atau tidak.
Ibuku tidak aktif di sosmed karena hal-hal ini:
1. Beliau bukan ibu negara, tetapi hanya ibuku. Pedagang cabe dan bawang di pasar kecamatan,
2. Beliau belum mempunyai smartphone, hanya stupidphone yang layarnya kadang tak terbaca, karena sudah tua.
3. Beliau sibuk juga dengan kalangan sosialita pasar kecamatan dan kalangan sosialita kampung. Mereka lebih senang ngerumpi langsung daripada harus ketik-ketik upload-updload dan update status.
4. Beliau tak suka memberitahukan perasaannya kepada khalayak ramai, walaupun sedang gundah gulana karena harga-harga yang tak menentu.
Kira-kira begitulah ibuku jadi tidak main-main sosmed.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI