*Steven Saunoah
Ada hening tak menentu
yang melekat dalam bias-bias rindu
seolah menyudahi nyaman yang terburu,
saat kau berkata, "sudahi rindumu".
Sesekali riak hujan membisikan aroma tanah,
yang sederhana melekat pada rasa yang tak pernahÂ
punah dimakan waktu,
hingga pada beranda puisi ini kutulis namamu.
"Apa kabar malam,
masihkah kau memikirkan tapak suram?,
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!