Mohon tunggu...
fanky christian
fanky christian Mohon Tunggu... Full Time Blogger - IT Specialist, DCMSolusi, DCMGroup, EventCerdas, StartSMEup, JesusMyCEO, IndoBitubi, 521Indonesia

IT Specialist, khususnya infrastruktur, aktif di beberapa Asosiasi IT, suka mengajar dan menulis, fokus kepada IT , enterpreneurship, content marketing. Mengembangkan Daya Cipta Mandiri Group, EventCerdas, 521Indonesia

Selanjutnya

Tutup

Entrepreneur

Human Cloud dan Gig Economy Mulai Marak di Indonesia

24 Oktober 2021   08:48 Diperbarui: 24 Oktober 2021   08:59 648
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Kegiatan Hybrid Seminar Tenaga IT Masa Depan - Koleksi Pribadi

EventCerdas di minggu lalu mengangkat tema menarik TENAGA IT MASA DEPAN. Kali ini dilakukan secara hybrid seminar di lokasi kegiatan Bazaar IT di Bekasi Cyber Park. Hadir dalam kesempatan ini diantaranya Soegiharto Santoso (Hoki) selaku Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional (APTIKNAS), Ravi Melwani selaku CEO JASA CONNECT, Fanky Christian , Ketua DPD DKI JAKARTA APTIKNAS juga sekaligus menjadi moderator, serta penanggap Satria Gunayoman, Bidang Kerjasama DPD DKI JAKARTA APTIKNAS. 

Di tengah area pameran Bazaar IT, para narasumber mengangkat tren terkait dengan dunia Teknologi Informasi Indonesia. Di masa pandemi, tren penggunaan IT meningkat tajam. 

Transformasi digital juga memang menjadi salah satu strategi pemerintah Indonesia untuk bisa bersaing secara global. Hal menarik yang diangkat Hoki adalah tingginya peluang digital services yang meningkat dari tahun ke tahun, dengan fokus di Data Center, Cloud dan BPO (Business Process Outsourcing). Maka jelas peluang di bidang jasa IT sangat besar, baik dalam skala global ataupun Indonesia.

Ravi Melwani juga mengungkapkan hal yang sama, dengan istilah Human Cloud dan Gig Economy. Human Cloud sendiri adalah industri teknologi yang menggambarkan platform tenaga kerja dan staf online digital. Hal ini muncul karena semakin banyak orang yang memilih untuk bekerja secara fleksibel dan efisien. 

Maka dalam hal ini, para pemberi kerja pun menggunakan jasa human cloud. Ciri human cloud adalah pekerjaan diselesaikan secara digital, pembayaran pun dilakukan secara digital, waktu pekerjaan fleksibel, dan pekerja merupakan pekerja tidak tetap. Ravi juga menjelaskan 3 industri yang telah terdisrupsi diantaranya logistik, transportasi dan delivery.  Bidang yang banyak terkait human cloud ini umumnya seperti programmer. 

Gig Economy ini sistem tenaga kerja bebas yang hanya mengontrak pekerja dalam waktu tertentu.  Ada keuntungan dari penerapan gig economy ini, karena tentunya pemberi kerja tidak harus menggaji rutin, melainkan berdasarkan tugas (task) dan capaian tertentu, tidak perlu memikirkan hal lain, seperti tanggungan karyawan pada umumnya.

Fanky Christian mengangkat tren tenaga kerja yang ada semasa pandemi, khususnya data dari LinkedIn dan Jobstreet / Jobdb. Data ini menunjukan semakin banyak pekerjaan digital yang diperlukan perusahaan Indonesia, meskipun tetap ada tren perekrutan yang tinggi di beberapa sektor seperti fintech, ecommerce, finansial dan telco. Disampaikan juga adanya skill yang harus dimiliki dan dikembangkan oleh generasi pencari kerja Indonesia agar bisa bersaing secara global. 

Terakhir, selaku penanggap Satria Gunayoman yang aktif juga sebagai asesor dan terlibat dalam kegiatan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menyambut baik diskusi ini. 

Human cloud dan gig economy terutama di sektor jasa IT memang tidak dapat dihindarkan lagi. Pemerintah Indonesia sendiri telah melakukan definisi kompetensi pekerjaan terkait IT hingga 460 jenis posisi dengan fokus 94 posisi terkait IT. 

Dan sangat penting, meskipun menggunakan pendekatan human cloud serta gig economy, si pekerja lepas ini tetap mengikuti standarisasi yang ada, terutama yang telah dibuat dalam SKKNI / KKNI, oleh karena itu peran LSP tetap dapat dilibatkan untuk memastikan kualitas pekerja human cloud. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Entrepreneur Selengkapnya
Lihat Entrepreneur Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun