Mohon tunggu...
Sri Wulandari
Sri Wulandari Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

mahasiswa

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Egoisme pada Anak Sekolah Dasar

1 Agustus 2023   23:59 Diperbarui: 2 Agustus 2023   00:36 754
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Egoisme pada anak SD merujuk pada perilaku atau sikap yang cenderung terfokus pada kepentingan diri sendiri dengan kurangnya perhatian terhadap orang lain. Anak-anak pada usia sekolah dasar sering kali sedang mengembangkan identitas dan pemahaman tentang diri mereka sendiri. Dalam proses ini, mereka dapat menunjukkan tanda-tanda egoisme yang merupakan bagian normal dari perkembangan sosial mereka.

Egoisme pada anak SD biasanya muncul karena beberapa faktor, termasuk kurangnya kemampuan mereka untuk melihat dunia dari sudut pandang orang lain, kurangnya kesadaran akan perasaan dan kebutuhan orang lain, serta dorongan untuk memenuhi keinginan dan kebutuhan pribadi mereka dengan prioritas yang lebih tinggi daripada orang lain.

Dalam konteks anak SD, perilaku egois sering kali muncul dalam bentuk seperti:

Kesulitan berbagi mainan atau waktu bermain dengan teman-teman mereka.
Mengharapkan perhatian dan pujian terus-menerus dari orang dewasa tanpa memperhatikan kebutuhan orang lain.
Tidak memperhatikan atau tidak menunjukkan empati terhadap teman-teman mereka yang sedang mengalami kesulitan atau masalah.
Mengambil bagian terlalu banyak dalam kelompok atau permainan tanpa memberikan kesempatan kepada orang lain.
Mengungkapkan ketidakpedulian terhadap perasaan dan keinginan orang lain.
Penting bagi pendidik dan orang tua untuk membantu anak-anak SD memahami pentingnya berbagi, empati, dan peduli terhadap orang lain. Dengan memberikan contoh yang baik dan melibatkan anak-anak dalam kegiatan sosial yang melibatkan kerjasama dan pengertian terhadap orang lain, mereka dapat memperluas perspektif dan membangun pemahaman tentang pentingnya berinteraksi dengan baik dalam masyarakat.

Berikut ini adalah beberapa faktor yang dapat berkontribusi pada sifat egoisme pada anak SD:

Tahap perkembangan: Anak-anak pada usia SD sedang dalam tahap perkembangan yang fokus pada diri sendiri. Mereka sedang mempelajari tentang identitas dan kebutuhan pribadi mereka, yang bisa membuat mereka lebih cenderung egois.

Kurangnya pengalaman sosial: Anak-anak SD masih dalam tahap awal pengembangan keterampilan sosial. Mereka belum sepenuhnya memahami perspektif orang lain dan kurangnya pengalaman dalam berinteraksi dengan banyak orang dapat menyebabkan sifat egois.

Lingkungan keluarga: Pengaruh lingkungan keluarga dapat memainkan peran penting dalam membentuk sifat egois pada anak SD. Jika mereka tumbuh dalam lingkungan yang mendorong individualisme yang berlebihan atau kurangnya perhatian terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain, anak-anak mungkin cenderung menjadi egois.

Kurangnya pengembangan empati: Kemampuan untuk merasakan dan memahami perasaan orang lain, juga dikenal sebagai empati, berkembang seiring waktu. Pada usia SD, anak-anak mungkin masih dalam proses mengembangkan empati, sehingga mereka kurang sensitif terhadap kebutuhan dan perasaan orang lain.

Perhatian yang berlebihan pada keinginan dan kebutuhan pribadi: Anak-anak SD dapat terjebak dalam pemikiran bahwa dunia berputar di sekitar mereka. Jika mereka terbiasa dipenuhi keinginan dan kebutuhan mereka tanpa batasan, mereka mungkin menjadi kurang peduli terhadap keinginan dan kebutuhan orang lain.

Kurangnya pengajaran dan bimbingan: Penting bagi orang tua dan pendidik untuk memberikan pengajaran dan bimbingan yang tepat kepada anak-anak SD tentang pentingnya empati, kerjasama, dan berbagi. Kurangnya pengajaran ini dapat mempengaruhi sikap egois pada anak-anak.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun