Pelaksanaan SKD bagi CPNS sudah dimulai sejak tanggal 26 Oktober 2018 di berbagai kota/daerah, walaupun masih ada yang "terpaksa" ditunda karena kesalahan teknis (komputer belum datang dari pusat). Kondisi ini dapat memecah konsentrasi yang sudah mempersiapkan jauh hari sebelumnya, atau justru mendapat tambahan waktu untuk belajar lebih giat. Pastinya kalau sudah mengikuti seleksi perasaan lega, di dada ini terasa "plong", walaupun masih menunggu hasil untuk lanjut seleksi kompetensi bidang (SKB), atau "terpaksa" berhenti di tahap SKD.
Saat ini SKD sudah dilaksanakan, dan yang sempat tertunda seperti di Propinsi DIY sudah siap melaksanakan SKD pada hari Senin tanggal 29 Oktober 2018. Untuk siap "tempur" dalam memperebutkan kursi CPNS perlu persiapan lahir batin, fisik dan psikologis. Minimal selama menunggu jadwal seleksi yang akan berlangsung sampai 17 Nopember 2018, menunda semua rencana bepergian keluar kota dan acara-acara yang tidak begitu penting. Hal ini untuk mengantisipasi bila ada pengumunan dari instansi dimana peserta mendaftar.
Rekruitmen CPNS secara bertahap mulai dibenahi untuk melaksanakan reformasi birokrasi, agar mendapatkan CPNS yang sungguh-sungguh berkualitas dan kompeten. Jadi CPNS yang diharapkan menjadi birokrat unggul. Bukan sekedar coba-coba untuk mengisi lowongan pekerjaan, tetapi dengan niat menjadi birokrat sebagai pilihan untuk membangun karier.Â
Kalau berstatus  PNS sudah mempunyai "passion", maka bekerja pun dengan rasa senang, semangat, tanggung jawab, selalu berinovasi untuk memberikan pelayanan yang terbaik. Kondisi ini secara kasat mata dapat merubah "citra" PNS yang negatif, diganti dengan hal-hal positif, sehingga masyarakat merasa puas dengan pelayanan prima yang diberikan PNS.
Kembali ke soal pokok CPNS saat menunggu pelaksanaan SKD perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
- Memperhatikan kondisi kesehatan badan secara fisik, dengan pola makan sesuai asupan gizi seimbang, pola tidur tidak terlalu larut malam untuk belajar, kondisi ini justru membuat badan lemas, ngantuk, lemah, di pagi harinya. Bila sudah terasa mengantuk dan tidak bisa konsentrasi lebih baik istiharat, tidur secukupnya agar badan lebih fit dan" fresh" ketika bangun tidur.
- Menjaga kesehatan secara psikis, kejiwaan, batiniah , menghindarkan pikiran yang berpotensi menganggu konsentrasi. Ketenangan secara batiniah sangat membantu daya ingat materi dan kisi-kisi soal latihan.
- Tidak perlu terpengaruh dengan informasi hoaks (bohong) yang sengaja ditiupkan  oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab untuk mencari keuntungan pribadi. Dalam situasi seperti ini tentu masih ada orang yang mencari kesempatan dalam kesempitan, mengaku-aku "orang dalam". Percayalah bahwa sistem rekruitmen CPNS sangat transparan, kredibel, dan tidak ada percaloan, maupun KKN.
- Memperhatikan pengumunan yang selalu ditayangkan dalam website resmi dari pemerintah, kapan, dimana, jam berapa seleksi dilaksanakan. Membaca dengan seksama dicatat untuk menghindari kesalahan.
- Membawa identitas yang diperlukan seperti KTP, nomor seleksi yang dicetak sendiri, jauh hari sebelum pelaksanaan seleksi. Hal ini dapat disiapkan sejak sore, malam hari sehingga ketika berangkat sudah siap semuanya.
- Sebelum berangkat sebaiknya sarapan pagi dengan menu seimbang, minum teh/susu/air putih. Porsi sarapan pagi secukupnya saja karena kalau kekenyangan justru tidak bisa berpikir dengan lancar, sehingga sangat menganggu konsentrasi.
- Pastikan kendaraan tidak ada masalah dengan bensin, ban kempes, sejak jauh sebelum berangkat. Kalaupun dengan kendaraan umum atau tesnya di luar kota sudah dipastikan memahami lokasi seleksi. Berkendara dengan hati-hati, pikiran tenang tidak ngalamun dan waspada.
- Sampai di lokasi paling lambat 1,5 jam sebelum jadwal seleksi dimulai, karena kalau terlambat, tidak ada toleransi lagi untuk dapat mengikuti seleksi. Peserta sebaiknya mengikuti ketentuan yang diberikan oleh panitia.
- Bila seleksi sudah dilaksanakan sesuai jadwal (ada beberapa lokasi seleksi) yang terpaksa ditunda karena alasan teknis. Sebaiknya peserta seleksi mengikuti arahan dan pengumuman yang disampaikan panitia, tidak perlu menggerutu karena justru menjadikan energi negatif, walaupun secara sepihak telah dirugikan.
- Memasuki ruangan dengan tenang, berdoa sebelum mengerjakan soal, tidak perlu grogi dalam mengerjakan soal-soal. Pergunakan waktu dengan baik, mengerjakan soal  yang paling mudah, jadi tidak terpaku pada soal yang dirasakan sulit karena dapat menghabiskan waktu.
- Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) melalui CAT (Computer Assesment Test). TKD meliputi Tes Karakteristik Pribadi (TKP) nilai minumum 143, soal 35, Tes Intelegensia Umum (TIU) nilai minimum 80, soal 30 dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) nilai minimum 75, soal 35 dengan total passing grade (nilai ambang batas) komulatif 298. Artinya untuk lolos SKD nilai passing grade paling rendah 298, dalam rentang 500. Tidak ada pengurangan nilai kalau salah, bila benar nilai 5 Â TWK, sedang TIU, nilai setiap jawaban maksimum 5 dan tidak ada skor 0 karena jenis kelompok soal ini mempresentasikan diri.
- Walau peserta seleksi saling berdekatan duduknya, tidak perlu nengok kanan, kiri dan lihat depan, selain menghabiskan waktu juga setiap peserta mempunyai soal yang berbeda. Jadi percaya diri dan jujur dalam mengerjakan lebih baik daripada kasak kusuk.
Akhirnya selamat berjuang untuk mendapatkan tiket CPNS, dan yang berhasil benar-benar sesuai dengan kriteria yang diharapkan. Yakinlah bahwa perjuangan, usaha dan doa serta restu dari orang tua itu tidak pernah mengingkari, semua itu serahkan dan pasrahkan ketika ada ketentuan dariNya sebagi penentu utama.
Yogyakarta, 29 Oktober 2018 Pukul 21.49
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI