Konsep Ketuhanan Ateisme
Orang yang percaya pada agama-agama samawi sepakat bahwa Tuhan Ateisme ini muncul akibat dari berkembanganya pemahan yang terjadi pada naturalisme, yang mana aliran tersebut menyangkal dan mengatakan bahwa Tuhan tidak ada hubungannya dengan perubahan yang terjadi pada alam.Â
Ateisme dalam Kamus Filsafat merupakan gabungan dari kata a (tidak) dan theis/teos (Tuhan). Dengan kata lain bahwa ateisme adalah aliran yang menyatakan bahwa Tuhan atau dewa/dewi tidak ada. Dan aliran ini juga menolak terhadap pandangan yang bersifat adikodrati, dimana adanya kesangsian terhadap eksistensi Tuhan di alam.
Sikap dari aliran ini juga menolak semua agama yang ada di dunia. Dan eisme juga dapat diartikan sebagai suatu kepercayaan akan hal-hal ilahi, dimana kepercayaan itu tertuju pada satu Tuhan yang trasenden. Dimana Tuhan itu memiliki ciri-ciri sebagai Pencipta, Mahatahu, unggul dalam kekuatan dan realitas dan juga nilai. Sebagai sumber dan sanksi dari semua nilai dan juga dapat dicapai dengan komunikasi manusiawi.
Selain ciri tersebut, aliran teisme ini menegaskan bahwa Tuhan yang menciptakan alam, juga memelihara dan mengatur alam ini. Sama halnya seperti berdoa, apabila manusia tersebut berdoa maka doa tersebut akan didengar dan dikabulkan oleh tuhan. Â Pada umumnya, agama-agama besar seperti Yahudi, Kristen dan Islam menganut paham teisme.
Konsep Ketuhanan Agnostisisme
Agnostisisme adalah suatu keyakinan yang menyatakan bahwa seseorang tidak dapat memiliki pengetahuan tentang Tuhan, atau keyakinan bahwa mustahil manusia dapat membuktikan ada atau tidak adanya Tuhan. Dalam hal ini berkaitan dengan persoalan jiwa, kebakaan, roh-roh, neraka, dan juga kehidupan diluar bumi.Â
Namun tidak tahu siapa dan bagaimana sifat-sifat Tuhan tersebut. Sehingga bagi sebagian pengikut aliran ini memiliki skeptis akan Tuhann, dikarenakan banyaknya pertanyaan yang akan dilontarkan oleh aliran ini mengenai persolan Tuhan. Akan tetapi tidak sulit untuk menjelaskan persoalan Tuhan kepada aliran ini, sehingga aliran ini terkadang dapat dengan mudah memeluk suatu agama, dan ini sangat jauh berbeda dengan ateisme.
Konsep Ketuhanan Panteisme
Salah satu bentuk dari monisme yang meyakini bahwa hanya ada satu kenyataan, yaitu yang Ilahi. Hal-hal yang lain hanya sebagai berbagai cara beradanya yang Ilahi itu, sepertinya misalnya laut dan ombak. Panteisme memandang yang ilahi tinggal dalam segalanya dari alam sebagai prinsip impersonalnya (pribadi) yang di satu sisi identik dengan alam itu namun di sisi lain berada di luarnya.Â
Peleburan tuhan dengan alam ini membuat yang alamiah, termasuk manusia, merupakan pernyataan diri yang ilahi dan dengan demikian pula semesta merupakan sebagian dari Allah. Akan tetapi, diakui hanya ada satu substansi yaitu yang mutlak impersonal tak terbatas (kekal).