Mohon tunggu...
Sri Indah Nur
Sri Indah Nur Mohon Tunggu... Guru - Guru MI Ma'arif Bego Maguwoharjo Depok Sleman Yogyakarta. Belajar selagi masih di beri kesempatan seorang guru dapat menginspirasi harapan menyalakan imajinasi menanamkan cinta belajar

Guru SKI di MI Ma'arif Bego. Menyukai tantangan demi perubahan yang lebih baik, jangan menganggap diri kamu pintar sebelum kamu belajar guru yang mulia di hadapan siswa-siwanya yaitu mampu membekali dirinya dengan kompetensi selaras kreativitas dan keikhlasan hati cara tersebut siswa akan memuliakan gurunya

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Upaya Mewujudkan Tujuan Pendidikan Di Madrasah

13 Februari 2021   01:00 Diperbarui: 13 Februari 2021   07:48 1549
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
pembinaan Guru MI Ma'arif Bego bersama Kasi Dikmad Sleman Bp H. Achmad Fauzi, M.SI tentang Digitalisasi Madrasah (Dok. Mimago)

BERBAGAI persoalan pendidikan saat pendemi ini masih berkutat pada kebutuhan belajar daring yang belum bisa dilaksanakan secara efektif. Kesulitan yang paling dirasakan di antaranya adalah oleh orang tua, pendidik dan anak yang terlibat dalam proses belajar. Kesulitan oleh orang tua di antaranya adalah belum bisa beradaptasi dengan pembelajaran dalam kondisi pandemi. Mengatur waktu antara tuntutan menyelesaikan pekerjaan yang sangat menentukan keberlangsungan ekonomi keluarga dengan waktu yang harus disediakan dalam mendampingi anaknya belajar. Kesulitan ekonomi menjadikan mereka tidak bisa memfasilitasi kebutuhan belajar anaknya secara maksimal.

Belum lagi keterbatasan orang tua dalam menggunakan tekonologi, sehingga berakibat pada efektifitas anak dalam belajar. Orang tua yang tidak memahami teknologi digital, tidak akan tahu kalau anaknya lebih banyak menggunakan kuota untuk main game dibanding kebutuhan belajarnya. Begitu juga persolan sinyal yang tidak merata di setiap daerah, sehingga mereka harus berjuang sampai ke puncak bukit untuk bisa belajar.

Begitu halnya dengan  seorang pendidik juga memiliki keterbatasan dalam hal sistem dan managemen madrasah yang seharusnya di lakukan dengan gerak cepat untuk selangkah lebih maju namun di setiap masing-masing lembaga mempunyai kendala yang berbeda-beda. Mulai dari penguatan intelektual terhadap tekhnologi kemudian dalam birokrasi managemen dan lain sebagainya. Sebagai contoh dalam pembuatan digitalisasi madrasah dengan sistem E-book /flipsnack sebagai sarana atau wadah seorang pendidik  untuk memudahkan dalam pembelajaran terhadap peserta didik masih banyak permasalahan. Dari situlah di butuhkan guru yang bersungguh-sungguh dalam kedisiplinan Knowledge di era digitalisasi ini, memang Hal ini tidak semudah apa yang kita bayangkan haruslah dengan perjuangan yang lebih  keras agar mencapai keberhasilan. tentunya di butuhkan kerjasama antara warga Madrasah baik Kepala Madrasah, guru, karyawan, siswa dan juga wali siswa. Penguatan dengan program E-book/Flipsnack adalah bentuk menejemen data sebagai tata administrasi madrasah yang berdampak pada sistematis terhadap menejemen di Madrasahnya masing-masing. 

Kemudian untuk mempraktekkan pembelajaran dengan peserta didik di tawarkan dengan model DUALEMO jika bisa di terapkan atau di kembangkan secara sempurna dan terus meningkat ke blended learning, maka "merdeka Belajar" akan segera tercapai dengan baik sesuai apa yang di harapkan. Hal ini sangat tergantung mangerial warga Madrasah di lembaga masing-masing karena sebagai guru bagian penting dalam sistem menegemen Madrasah. maka dari situlah di butuhkan komitmen dan konsistensi dari pihak madrasah. (Di sampaikan oleh bapak Kasi Dikmad Sleman H.Achmad Fauzi, M.SI.)

Pencapaian keberhasilan dapat berbarengan dengan tujuan pendidikan akan bisa tercapai dengan tanpa mengabaikan kesulitan teknis yang dirasakan oleh seluruh komponen dan perangkat yang terlibat dalam pendidikan, namun tidak hanya sebatas itu mendidik anak didik dengan berakhlaqul karimah juga di prioritaskan sehingga kompetensi yang diharapkan dari peserta didik dalam setiap proses belajar menjadi persoalan yang harus diperhatikan. Kompentensi kognitif, afektif, dan psikomotorik harus dilatih dan diasah meskipun dalam kondisi belajar daring. namun Sayangnya saat ini proses yang sedang berlangsung masih seputar teknis belajar daring yang masih banyak tugas yang di berikan oleh guru. Belum masuk pada substansi materi pembelajaran yang mampu meningkatkan ketiga kompetensi tersebut. Tentu kita sangat khawatir dengan sumber daya dan karakter anak didik kita di masa depan, apabila pembelajaran hanya fokus pada kemampuan kognitif dan melupakan kompetensi yang lainnya.

Apabila kita pahami kembali tujuan dari pendidikan nasional tidak ada pernyataan yang secara tegas menjelaskan bahwa kemampuan kognitif, pintar dan cerdas menjadi tujuan utama pendidikan. Tetapi mengembangkan potensinya sebagai manusia agar memiliki akhlak mulia serta kecakapan untuk bertahan hidup adalah bagian penting dari pendidikan. Seperti yang termaktub dalam UU Sisdiknas Menurut UU No. 20 Tahun 2003 pasal 3 Tentang Sistem Pendidikan Nasional bahwa tujuan pendidikan nasional adalah untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab. Memiliki akhlak mulia dan taat pada Tuhannya adalah bagian penting dari tujuan pendidikan yang harus diwujudkan.

Komunikasi yang dijalin dalam pembelajaran terkesan sekedar membahas materi pelajaran dan hanya menilai kemampuan siswa menjawab setiap pertanyaan yang diberikan pendidik. Padahal poin penting dari tujuan pendidikan lebih kepada perubahan perilaku peserta didik sehingga mampu mengembangkan potensi dirinya untuk bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia dan bisa bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Hal ini tentu saja harus dicegah, agar proses belajar bisa berjalan dengan baik dan sesuai dengan tujuan pendidikan. Ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian agar proses belajar daring selama pandemi ini bisa memenuhi tujuan pendidikan itu sendiri. Pertama, menjalin komunikasi yang efektif dengan siswa dalam setiap proses pembelajaran. Pertemuan tidak boleh kaku yang hanya semata bicara tentang pembelajaran hari itu. Bisa saja dibuatkan belajar yang rileks tanpa harus terbebani dengan tugas yang sangat membosankan bagi siswa. Karenanya memberikan tugas sebanyak-banyaknya pada siswa, bukanlah solusi apabila pendidik tidak bisa menjelaskan materi belajarnya dengan baik.

Kedua, pendidik haruslah disiplin dan konsisten dalam memberikan materi pembelajaran. Jadwal yang disusun seharusnya bisa dilaksanakan dengan baik. Kemampuan pendidik dalam membelajarkan peserta didiknya akan sangat membantu mereka dalam memahami pelajarannya di rumah. Sehingga mereka bisa mengulang kembali materi pelajaran yang dijelaskan pendidik, meskipun pelajaran sudah berakhir.

Ketiga, pendidik haruslah memberikan sentuhan emosional kepada peserta didiknya di setiap pertemuan pembelajaran. Sentuhan emosional yang dimaksud adalah memberikan semangat kepada mereka untuk tetap rajin dan bersemangat belajar selama pandemi ini. Apabila saat belajar tatap muka seorang pendidik bisa mendekati siswanya yang “nakal” dengan membelai kepalanya. Tetapi pada saat belajar daring ini hal ini bisa dilakukan dengan memberikan nasehat penyemangat di setiap akhir belajarnya. Jadi penutup pembelajaran bukan hanya semata mengingatkan tugas yang harus mereka selesaikan, tetapi juga memberikan nasehat yang dapat menggugah semangat belajar mereka.

Keempat, menjalin kerjasama dan komunikasi yang intensif antara pendidik dan orang tua. Karena pendidik tidak bisa mewujudkan tujuan dari setiap pembelajaran tanpa melibatkan orang tua. Terlebih lagi di saat pandemi ini, di mana peserta didik lebih banyak bersama orang tua di rumah. Perilaku anak dalam kesehariannya bisa dibimbing dan diarahkan oleh orang tua. Agar memiliki akhlak mulia sesuai dengan tujuan pendidikan itu sendiri.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun