"Dunia Pendidikan di Indonesia akan memasuki keadaan new normal di mana kebiasaan lama dalam melaksanakan pendidikan tidak bisa menjadi patokan, karena perubahan dunia yang begitu cepat," kata Ketua Umum PGRI, Unifah Rosyidi melalui siaran pers kepada Medcom.id, Sabtu, 2 Mei 2020.
Mengenai masa depan pendidikan zaman new normal guru harus mampu menyiapkan pendidikan yang sesuai dengan jenjang pendidikannya, di sini ada beberapa tips atau trik-trik kreatif dalam mengembangkan kelasnya yaitu menghadapi masa pendidikan yaitu komunikatif dengan siswanya dengan penuh perhatian contohnya siswa selalu di ingatkan tugas-tugasnya sudah sampai dimana atau telepon jika siswa tidak merespon kemudian di whatshap dsb.
Kemudian guru selalu update materi yang terbaru muncul di televisi, seperti pembelajaran mulai dari PAUD, TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/MAN dengan jam tayang  yang sudah di tentukan, guru juga bisa mengoperasikan komputer atau HP karena pembelajaran melalui daring. Kemudian kita harus melatih orang tuanya akan hal ini sebagai wujud proses pembelajaran bersama dari orangtua dan juga anak, siswa yang cerdas kita harus membekalinya dengan kualitas yang mumpuni kemudian selalu membekali ilmu  dan mentransfer ilmu pengetahuan dan skill agar apa yang kita sampaikan ke anak-anak lebih mudah mengena tepat sasaran.
Hal yang mungkin sebelumnya belum terekspos, biasanya orang tua menyekolahkan anaknya percaya seratus persen terhadap sekolah sehingga sangat minim waktu orangtua dapat mendampingi belajar putra-putrinya karena banyak pekerjaan, sibuk dan yang lainnya. Sehingga anak kurang dekat dengan orangtuanya terutama dalam pendidikan di sekolah, disinilah situasi tengah pandemi covid-19 pembelajaran secara daring di berlakukan sesuai instruksi Menteri Pendidikan di berlakukan, akhirnya orang tua lebih  mengerti dan menyadari ternyata pembelajaran dilakukan di rumah membutuhkan ekstra waktu dan tenaga pikiran dalam mendampingi belajar sebagai orangtua pendidikan perlu kolaborasi antara anak, orang tua, guru dan juga lingkungan sekitar yang sebelumnya jauh tidak terlintas dalam benak kita akan terjadi situasi yang seperti ini.
Kemampuan beradaptasi menjadi keharusan agar keberadaan sekolah dan guru tidak ditinggalkan muridnya. Inovasi dan pembaruan, itulah kuncinya. Mengajar dengan inovasi. Pembaruan-pembaruan dalam pembelajaran pasti didapat. Mengajar tidak hanya dengan ceramah, menggunakan LKS, dan penugasan. Desain kurikulum pendidikan kita harus diubah dirancang menghadapi segala situasi agar tak terjadi kegaduhan dan kegagapan. Rumah, sebagai sesuatu yang marginal ketika anak-anak sudah berada di sekolah. Sekolah juga tidak boleh angkuh seolah hanya dirinyalah yang paling bisa mengajari anak."Kolaborasi rumah (orangtua) dan sekolah (guru) merupakan suatu keharusan. Kita berharap nantinya saat seleksi masuk sekolah tidak lagi berdasar nilai dan prestasi, tapi juga kesiapan orangtua mendampingi anaknya dalam proses belajar, ( Isa, 2020 )
Disamping itu pemerintah mengajak semua elemen masyarakat untuk berdamai dengan Covid-19, berdamai disini bukan berarti menyerah tetapi menyesuaikan diri. Mengapa kita harus menyesuaikan diri? Karena ada potensi Covid-19 tidak akan segera menghilang dan tetap ada di tengah masyarakat. Covid-19 merupakan penyakit berbahaya, tetapi kita bisa mencegah dan menghindarinya asalkan kita disiplin melakukan protokol kesehatan sesuai aturan, menjaga jarak aman, mencuci tangan setelah beraktivitas, dan memakai masker. itulah yang kemudian kita sebut sebagai new normal life atau tatanan kehidupan normal yang baru.
untuk mencapai pendidikan yang maksimal maka pihak pemerintah lebih fokus berinvestasi pada sarana dan prasarana yang memadai sehingga akses dengan mudah dapat dipergunakan sebagaimana mestinya agar akses terhadap listrik dan internet makin meluas dan di jangkau masyarakat hingga ke pelosok desa, dengan akses yang memadai maka pendidikan akan menularkan virus kebaikan dalam menstransfer  akses ilmu pengetahuan dengan mudah dan cepat sehingga di pelosok desa tidak ketinggalan dalam hal pendidikan. Selain itu yang perlu di perhatikan dalam pendidikan adalah melanjutkan kebaikan-kebaikan menjaga kesehatan baik kesehatan lingkungan maupun kesehatan diri sendiri tetap menjalankan sosial distancing, menyiapkan sarana prasarana yang memadai, tetap menjaga jarak, bersalaman sesuai dengan protokol covid-19 hal inilah perlu dilakukan agar selalu aman dan nyaman di tempat kita belajar dan mengajar.  Pendidikan karakter perlu di tingkatkan supaya siswa lebih di siplin lebih tertib dan terbentuk akhlaqul karimah, bagi sekolah yang sudah beradiwiyata tinggal melanjutkan mental Adiwiyata.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI