Oleh : Dr. Sodikin,S.Pd, M.Si, M.P.W.K.
Dosen Prodi Magister Studi Lingkungan, Sekolah Pascasarjana Universitas TerbukaÂ
Ketua Dewan Pembina Yayasan Lingkungan Hidup Estuari Â
Hari Pahlawan yang diperingati setiap tanggal 10 November merupakan momentum untuk mengenang jasa para pejuang yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan bangsa. Namun, semangat kepahlawanan tidak seharusnya terbatas hanya pada masa perang dan perebutan kemerdekaan. Di era modern ini, konteks kepahlawanan dapat diperluas ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam upaya pelestarian lingkungan yang kini menjadi salah satu tantangan besar bagi kemanusiaan.
Dalam konteks lingkungan, seorang "pahlawan" adalah mereka yang dengan gigih berjuang melawan berbagai bentuk kerusakan alam, baik melalui aksi langsung, kebijakan, maupun melalui edukasi dan inovasi yang mendorong perubahan positif. Para pahlawan lingkungan ini dapat berupa siapa saja, mulai dari aktivis, peneliti, pembuat kebijakan, hingga individu biasa yang peduli dan berupaya menjaga kelestarian bumi. Mereka adalah orang-orang yang rela bekerja tanpa pamrih demi masa depan generasi mendatang, layaknya para pahlawan kemerdekaan yang dahulu berkorban untuk kemerdekaan bangsa.
Urgensi Kepahlawanan dalam Lingkungan Hidup
Indonesia memiliki keanekaragaman hayati yang luar biasa, namun juga menghadapi berbagai tantangan lingkungan yang serius seperti deforestasi, polusi plastik, penurunan kualitas udara, hingga perubahan iklim. Semangat kepahlawanan dalam menyelamatkan lingkungan menjadi semakin krusial di tengah kondisi ini, mengingat dampak kerusakan lingkungan yang akan semakin besar di masa mendatang. Perjuangan dalam melawan perubahan iklim, misalnya, bukan hanya soal mengurangi emisi karbon, tetapi juga tentang melindungi masyarakat dari bencana alam, menjaga kesehatan ekosistem, dan memastikan keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang.
Tantangan dan Peran Pahlawan Lingkungan
Pahlawan lingkungan modern menghadapi tantangan yang kompleks, mulai dari minimnya dukungan finansial, rendahnya kesadaran masyarakat, hingga tekanan dari berbagai industri yang memiliki kepentingan ekonomi. Mereka juga kerap dihadapkan pada risiko yang tidak kalah berbahaya. Di beberapa kasus, banyak aktivis lingkungan di berbagai daerah bahkan harus berhadapan dengan ancaman fisik dan kriminalisasi.
Namun, terlepas dari segala tantangan, mereka terus bergerak maju. Misalnya, dengan berinovasi dalam menciptakan teknologi ramah lingkungan, mengembangkan sistem pengelolaan limbah yang lebih efektif, hingga membangun kesadaran masyarakat melalui pendidikan. Kepahlawanan mereka terletak pada keberanian dan komitmen untuk terus memperjuangkan nilai-nilai pelestarian alam meski sering kali tidak mendapat penghargaan layaknya pahlawan dalam arti konvensional.
Tindakan Nyata yang Dapat Dilakukan