Mohon tunggu...
Muhammad Zaki
Muhammad Zaki Mohon Tunggu... Lainnya - Guru | Pecinta Sejarah

Jangan biarkan dirimu menderita dua penyakit. Pertama rabun membaca dan kedua lumpuh menulis. Ingatlah selalu pesan Al-Ghazali "Jika engkau bukan anak raja/ustadz maka menulislah". \r\n

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Face It First, Don't Facebook

29 November 2011   03:36 Diperbarui: 25 Juni 2015   23:04 60
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Gadget. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering

Bila dilihat dengan kacamata pembesar, judul diatas sangat lantang sekali membicarakan prilaku sosial muda-mudi zaman sekarang. Prilaku yang dimaksud adalah suatu ketidak harusan yang tengah terjadi dalam era kehidupan digital yang lebih praktis dan lebih wah wah haha.

Seolah menyindir, tapi saya ingin menyadarkan teman-teman yang tengah dibius realita maya palsu. Meski ada beberapa solve yang mampu membuat kita nyaman namun pada kenyataannya kitalah sebagai seorang manusia yang melakukakn kehidupan kita sehari-hari.

Face it not facebook? sebuah perumpamaan untuk orang-orang yang malang, yang hatinya akan kesepian ketika tidak ada pulsa, tidak ada sinyal, lebih-lebih tidak punya hape yang mempunyai daya akses cepat facebook-an. Saya yakin sekali bahwa sebagian dari mereka yang diumpamakan menghadapi permasalahannya secara nyata, tapi kenapa haruuuuuuuuuuus facebook dulu atuh euy.

Bila diamati secara kacamata sendiri, saya mempunyai pendapat bahwa media status yang diberikan facebook itu seperti sebuah mediasi untuk eksistensi kita sebagai manusia. Kalau bukan manusia yah ga bisa update status, bukankah begitu? Namun yang dimaksud dengan eksistensi diatas adalah semisal sisi lain dari manusia itu sendiri. Bila orang yang sering membuat status dengan kata-kata romantis/puisi, maka orang-orang tidak jauh beranggapan bahwa dia seorang penyair dan seorang yang romantis. Meskipun kita tidak tahu bahwa dia adalah seorang residivis yang update status lewat penjara wkwkw.

Pun bila ada orang yang sering curhat tentang masalah yang dialaminya, umumnya masalah kehidupan. Maka orang-orang yang melihat dan membaca status merekapun akan mempunyai pandangan yang berbeda. Ada yang ingin membantu, dan ada juga yang sama sekali tidak suka dengan sikap seperti itu. Karena mungkin orang mengira dia tidak mampu menghadapinya dan tidak mampu berbagi kepada keluarga atau teman-teman terdekat face it first not facebook.

Yah pada akhirnya itulah manusia dengan segala kekurangan dan kesempurnaan yang ia miliki. Manusia ingin selalu menonjolkan sisi lain yang ingin ditonjolkan pada dunia. Akan tetapi akan ada masalah apabila mereka tidak mempunyai pulsa, HP-nya tidak ada signal, dan parahnya tidak punya HP yang bisa cepat akses internetan. Apa kata dunia?

Berikut saya lampirkan beberapa contoh status yang berhubungan dengan pembahasan diatas:

Ya alloh ∂ï dieu kie abi ayna ku takdir alloh, Sdayanage nu alloh. . .Abi hirup karna alloh, maot oge krna alloh. . Abi rido gusti naon wae nu ∂ï takdirkeun gusti kanggo abi. . (⌣́_⌣̀) . . (˘̩̩̩^˘̩ƪ) . .

frustasi

Tuhan aku lelah akk cape dgnt prasa.η ini. . (˘̩̩̩.˘̩̩̩ƪ)

Aduh gusti,,,,,

aya-aya wae....maenya obateh maemna kudu digayemmm.......

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun