Sejak Presiden Jokowi memastikan virus corona telah menyerang warga Indonesia dan terpublikasi secara nasional, jelas saja membuat seluruh rakyat Indonesia panik dan was-was.Â
Namun, seiring dengan perkembangannya, hingga kini pemerintah juga belum mengeluarkan kebijakan apapun, padahal berbagai elemen masyarakat, instansi, hingga istitusi terkait, lalu berbagai bidang lain termasuk stakeholder olahraga, semuanya menunggu keputusan pemerintah.Â
Malahan, tempat yang disinyalir sebagai asal penularan virus corona "tempat dansa" saja secara inisiatif, dalam siaran pers di media nasional, menyatakan menutup tempat selama dua minggu.Â
Lalu, ada sekolah internasional di Jakarta Selatan, juga secara inisiatif telah meliburkan siswa, guru, dan karyawannya selama dua minggu. Mengapa hal itu bisa terjadi, ini karena begitu lambatnya respon pemerintah menyangkut tindakan pencegahan.Â
Lucunya, masyarakat malah sangat sering disuguhi informasi dan imbauan dari pejabat pemerintah agar jangan panik, jangan melakukan aksi borong, jangan sebarkan hoaks dan malah mengancam akan memidanakan si penyebar hoaks dll.Â
Bagaimana masyarakat tidak panik, tidak melakukan aksi borong makanan dll, lalu juga tidak saling menyebar infomasi di grup media sosial, ini kasus virus mematikan yang hingga kini, masyarakat belum tahu harus berbuat apa, selain disuruh jangan panik, jaga kesehatan.Â
Sementara, sangat mungkin di sekililing kita sudah ada masyarakat yang sudah terjangkit virus, namun tidak terdeteksi, tidak mau jujur, dan tidak mau diisolasi.Â
Anehnya, saat seluruh masyarakat Indonesia was-was, pemerintah yang baru secara resmi mengumumkan ada dua korban terjangkit corona, di berbagai daerah juga ditemukan korban-korban serupa yang untuk memastikannya, harus menunggu hasil lab yang ternyata lab nya juga hanya ada di suatu tempat.Â
Wahai pemerintah, masyarakat butuh kepastian tindakan pencegahan, bukan anjuran jangan panik, bukan mendapat ancaman menjadi penyebar hoaks.Â
Mengapa, hanya Istana Negara saja yang langsung diberikan pelayanan istimewa? Seluruh rakyat Indonesia juga ingin diperlakukan sama.Â
Coba apa yang terjadi di Istana sejak kabar virus corona masuk Indonesia. Termyata, Kepala Sekretariat Presiden, Komandan Paspampres, dan Sekretaris Militer memutuskan bahwa mulai hari Selasa, 03 Maret 2020 mulai dilakukan pencegahan penyebaran virus corona di lingkungan Istana yaitu dengan menggunakan deteksi pengukur suhu tubuh.Â