Mohon tunggu...
Siti Fatimah
Siti Fatimah Mohon Tunggu... Guru - Mahasiswa

Menulis membaca dan menonton

Selanjutnya

Tutup

Puisi Pilihan

Sejenak Kau Ada, Selamanya Aku Luka

1 Desember 2024   11:57 Diperbarui: 1 Desember 2024   12:06 41
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Sejenak kau hadir, membawa asa,
Seperti angin membelai pagi yang mesra,
Namun bayangmu hilang, tak bersisa,
Meninggalkan duka yang tak bermakna.

Kata manis yang kau ucapkan sia-sia,
Tersimpan dalam hati penuh nestapa,
Aku mengeja cinta di tengah gulita,
Namun yang tersisa hanya sengsara.

Bintang pun redup dalam malam hampa,
Mengukir perih yang terus meronta,
Kau pergi, membawa semua cerita,
Hanya meninggalkan luka di setiap masa.

Kini hidupku sunyi tanpa warna,
Hanya jejakmu yang menjadi gulana,
Sejenak kau ada, aku percaya,
Selamanya aku terjerat dalam derita.

Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H

Mohon tunggu...

Lihat Konten Puisi Selengkapnya
Lihat Puisi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun