Setiap kata kunci yang kita cari di mesin pencari akan meninggalkan jejak digital. Jejak digital ini dapat digunakan untuk membuat profil digital kita, yang kemudian dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti personalisasi iklan, pengawasan pemerintah, hingga diskriminasi.
Smartphone kita dilengkapi dengan berbagai sensor yang dapat melacak lokasi kita, aktivitas kita, bahkan kesehatan kita. Data ini kemudian dapat diakses oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah, perusahaan, dan bahkan peretas.
Perangkat IoT atau Internet of Things seperti smart home devices, wearable devices, dan kendaraan yang terhubung ke internet juga menghasilkan data yang dapat dilacak dan dianalisis. Data ini dapat digunakan untuk berbagai tujuan, seperti meningkatkan efisiensi, namun juga dapat disalahgunakan untuk tujuan pengawasan.
Implikasi dari Panoptikon Digital
Konsep panoptikon digital memiliki implikasi yang sangat luas bagi kehidupan kita. Beberapa di antaranya adalah:
 Privasi menjadi komoditas yang semakin langka di era digital. Setiap aktivitas kita dapat dilacak dan dianalisis, sehingga privasi kita menjadi semakin terkikis.
 Data pribadi kita menjadi sumber kekuasaan yang sangat besar. Data digunakan untuk mempengaruhi perilaku kita, membentuk opini publik, bahkan melakukan manipulasi.
Data pribadi kita dapat digunakan untuk intervensi kita dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pekerjaan, asuransi, dan kredit.
Data digital untuk melakukan surveilans massal. Surveilans menjadi alat kekuasaan yang efektif dalam masyarakat modern. Surveilans adalah tindakan atau praktik mengawasi atau memantau seseorang atau suatu kelompok. Pengawasan ini bisa dilakukan secara langsung atau tidak langsung, menggunakan berbagai cara
Bagaimana Kita Menghadapi Panoptikon Digital?
Menghadapi panoptikon digital bukanlah hal yang mudah. Namun, ada beberapa hal yang dapat kita lakukan untuk melindungi privasi kita: