Abadilah dalam keheningan.
        Celaka! Kucing hitam ini lebih sakti dari Lampor! Nona Missy menyeringai. Ia sudah begitu dekat. Aku terus saja mengucapkan kalimat untuk mengurung roh halus dalam Jurnal Hantu.
        Matanya yang kelabu menembus jiwaku. Seketika lidahku kelu. Tubuhku tak bisa bergerak. Anehnya, aku merasakan inderaku yang lain begitu sensitif. Aku bisa mendengar suara dengkuran halus penuh kepuasan. Padahal bibir Nona Missy tidak bergerak.
        Tidak. Jangan sekarang! Tiba-tiba mata kiriku terasa sangat sakit. Rasa sakit yang luar biasa seperti mataku dicongkel keluar dari rongganya.
        Anehnya, bersamaan dengan rasa sakitnya mataku, samar-samar aku bisa melihat ekspresi wajah Nona Missy yang mengerikan. Perlahan tapi pasti, seperti pelajaran anatomi, tubuh Nona Missy terurai di hadapanku hingga ia hanya sebentuk kerangka. Tubuhku yang kembali normal (bisa kugerakkan), berhasil menghindari kerangka Nona Missy yang jatuh. Sebenarnya, apa yang terjadi? Otakku belum sanggup mencerna keganjilan ini.
        Seekor kucing hitam menggeliat di kaki kerangka Nona Missy. Ia mendesis marah, "Apa yang kau lakukan pada Nona-ku? Selama ini aku hidup bahagia bersamanya. Kau merusak kebahagiaan kami berdua."
        "Kucing hitam, nonamu yang telah memanggilku."
        "Aku tak percaya. Kau membunuh Nona Missy."
        Tiba-tiba ada gumpalan asap halus yang membayang di sekitar kerangka Nona Missy. Kemudian, secara perlahan sosok tersebut berbentuk sosok Nona Missy, "Tama, kucingku sayang, sudah saatnya kita berpisah. Kau tahu aku sudah mati puluhan tahun yang lalu. Kau menghidupkanku melalui ritual sesat dengan mengorbankan nyawamu sendiri karena kau ingin selalu bersamaku. Ray sudah menyelamatkanku. Aku ingin pulang. Tapi, aku tak tenang karena dirimu yang sealu menahanku untuk pulang. Ray, aku ingin menitipkan Tama padamu. Ia dapat berguna untukmu dalam memburu hantu."
        Tama menjerit marah, "Nona, kejam sekali. Bawalah aku bersamamu! Aku tak sudi melayani manusia laknat ini sebagai majikan."
        "Tama, kau sudah berjanji mengabulkan permintaan terakhirku. Jadilah hantu kucing hitam yang baik hati!"