Ada orang yang beban hidupnya tampak berat. Namun, ia tulus menjalani hidup ini. Biarpun beban di pundak atau kepala sekarung. Foto di atas menggambarkan beban yang terpotret cukup berat dalam pandangan kita. Tapi, siapa tahu dia menjalani hidup dengan senang hati.
Aku memerhatikan orang di atas beberapa kali membawa beban yang berat di jalan raya. Aku rasa dia orang yang berjuan memenuhi hajat hidupnya. Mungkin juga untuk keluarganya serta kerabatnya.
Sebaliknya, sebagian orang menjalani hidup ini secara agak ringan lantaran berbagai fasilitas yang dimiliki seperti kesehatan jasmani dan rohani, keakraban keluarga, kekayaan, kekuasaan, dan kesejahteraan.
Tapi itu semua belumlah menjadi jaminan kebahagiaan? Ada ragam dan jenis kebahagiaan dalam memikul beban hidup ini.Â
Oleh karena itu, kita kerap merasa beban hidup kitalah paling berat. Atau sebaliknya, menduga beban hidup orang lain paling melarat dan berat. Dua asumsi yang bertolak belakang itu kurang proporsional dan manusiawi.
Makanya, perlulah garis keseimbangan hidup dan harmoni yang memundak. Gambar di atas merupakan, satu di antara pernik gambaran hidup setiap insan.
Menjulang beban hidup sepundak diperagakan secara nyata oleh orang di depan mata kita. Tinggal, cukuplah merenungi ibaratnya buat kita.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI