Jadi, ya jangan menjatuhkan mereka dengan pertanyaan-pertanyaan yang interogatif ataupun investigatif yang kesannya justru mencari kesalahan. Bahkan mengorek keburukan mereka.
Bijaklah kepada para pelamar kerja dengan memberikan mereka pertanyaan yang proporsional dan sewajarnya saja, yang ada kaitannya sesuai dengan apa yang mereka ajukan saat melamar kerja.
Interviewer itu menggali apa yang menjadi kompetensi para pelamar kerja, bukan menggali kesalahan mereka dan interviewer itu menggali apa yang kira-kira menjadi potensi mereka kedepan atau visioner dan futuristik, bukannya menginterogasi untuk menjatuhkan.
Nah, kalau begini, barulah Anda bisa dinobatkan sebagai interviewer "cespleng" atau "pro player" karena Anda memahami dan bisa membedakan interview bukan interogasi.
Ya, begitulah kira-kiranya yang semestinya interviewer terapkan, mudah-mudahan dari artikel yang penulis rekomendasikan ini bisa menjadi sharing yang bermanfaat dan memambah wawasan bagi bersama.
Demikian kiranya artikel singkat ini.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI