"Sudah terlalu banyak orang yang menikmati situasi yang enak, dan yang nyaman, terlalu banyak orang yang sudah lama menikmati zona nyaman".
Zona nyaman secara ekonomi, zona nyaman karena status, sehingga merasa terusik ketika dilakukan perubahan-perubahan".
(Presiden Jokowi).
Seperti itulah pernyataan Presiden Jokowi melalui videonya pada saat acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-22 Partai Amanat Nasional (PAN), Minggu (23/8/2020).
Kemanakah arah sindiran tersebut, siapakah dan pihak manakah yang sedang disindir oleh Jokowi melalui pernyataannya "zona nyaman" tersebut.
Berkaitan dengan pernyataannya "zona nyaman" tersebut, maka bisa jadi Jokowi sedang menyindir jajaran Kabinet Indonesia Maju, dan bisa jadi juga mengarah kepada pihak yang menentang maupun yang mengkritisi pemerintah.
Ataupun bisa mengarah kepada orang-orang lainnya dalam pemerintahan yang sedang terbuai, terkulai, diam tak berbuat karena sudah berada dalam posisi nyaman di pemerintahan.
Nah, kalau boleh penulis menganalisis, nampaknya sindiran zona nyaman ini tidak hanya mengarah ke sisi dalam pemerintahan saja, tapi ada indikasi juga mengarah di luar pemerintahan, termasuk mungkin kepada pihak oposisi ataupun mungkin juga kepada Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI).
Sebab, kalau melihat para tokoh yang ada dibalik deklarasi KAMI seperti, Din Syamsuddin, Gatot Nurmantyo, Rocky Gerung, Refly Harun, Amien Rais dan para tokoh lainnya ini, merupakan orang-orang yang dulu pernah menikmati zona nyaman baik itu secara status ataupun jabatan.
Apalagi sangatlah jelas, terkait bagaimana butir-butir keprihatinan yang menjadi tuntutan KAMI yang intinya adalah mengkritisi pemerintah dan mendorong pemerintah agar lebih amanah mengelola negara.