Mohon tunggu...
Sigit Eka Pribadi
Sigit Eka Pribadi Mohon Tunggu... Administrasi - #Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#

#Juara Best In Specific Interest Kompasiana Award 2023#Nominee Best In Specific Interest Kompasiana Award 2022#Kompasianer Terpopuler 2020#Menulis sesuai suara hati#Kebebasan berpendapat dijamin Konstitusi#

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Dapat Tawaran Menggoda dari Kantor Pesaing, Tunggu Dulu...

12 Maret 2020   12:58 Diperbarui: 12 Maret 2020   13:00 245
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Gambar | Dokumen via Shutterstock.com


Tidak dibantahkan kerasnya kompetisi dunia usaha berefek pada aroma persaingan keras antara satu kantor perusahaan dengan kantor perusahaan yang lainnya dalam rangka mempertahankan eksistensi bendera bisnis masing-masing.  
Tentunya demi eksistensi bisnis usaha tersebut, berbagai cara dan upaya akan dilakukan oleh kantor perusahaan agar tidak tergerus dari kerasnya persaingan.

Termasuk juga, soal bagaimana suatu kantor perusahaan dapat menggenjot bisnis melalui peran dari para karyawan kantor perusahaan masing-masing.

Kerap terjadi, dihadapkan dengan semakin sengitnya persaingan bisnis, maka kondisi kesehatan kantor perusahaan sering juga mengalami suatu kondisi yang sedang naik ataupun sedang turun, sedang sehat ataupun sedang sakit.

Sehingga suatu kantor perusahaan bila sedang dalam kondisi yang turun ataupun tidak sehat, maka agar tetap dapat stabil ataupun bertahan, mau tidak mau suatu kantor perusahan harus menerapkan efisiensi biaya operasional ataupun biaya produksi.

Termasuk juga melakukan efiesiensi karyawan ataupun berbagai langkah efisiensi lainnya demi menekan biaya operasional dan produksi.

Begitu juga dalam rangka semakin meningkatkan keuntungan bisnis atau mengalahkan pesaing bisnis maka suatu kantor perusahaan juga seringkali menerapkan strategi menculik dan merayu karyawan yang dimiliki kantor pesaing dengan tawaran-tawaran yang menggoda dan menggiurkan.

Penawaran-penawaran seperti, menawarkan jabatan yang tinggi, besaran gaji yang tinggi dan penawaran fasilitas menarik yang lainnya agar karyawan kantor pesaing mau bergabung sering dilakukan.

Tentu saja, berbagai penawaran fasilitas yang menjanjikan tersebut cukup menggoda dan menggiurkan bagi seorang karyawan untuk meninggalkan kantor ditempatnya bekerja.

Lalu bagaimanakah kiranya untuk menyikapi penawaran dari kantor pesaing tersebut, apakah langsung menerimanya, mempertimbangkannya lebih dahulu ataukah langsung menampiknya?

Ya, tentunya semua bergantung pada keputusan masing-masing, tapi tunggu dulu, sebelum benar-benar yakin ataupun jadi penyesalan dikemudian hari.

Maka tidak ada salahnya agar janganlah terlalu terburu-buru dahulu menerima penawaran yang mengiurkan dari kantor pesaing tersebut.

Kenapa?

Ya, seperti yang penulis jabarkan sebelumnya bahwa suatu kantor perusahaan ada kalanya sedang dalam kondisi yang sehat dan ada yang sedang sakit, ada yang sedang naik dan ada yang sedang turun.

Beberapa hal inilah yang menjadi penting dipertimbangkan seorang karyawan dalam rangka menyikapi penawaran yang menggiurkan dan menggoda tersebut.

Sehingga seorang karyawan sangat perlu juga melakukan cek dan ricek terlebih dahulu, takutnya penawaran yang menggiurkan dan menggoda tersebut ternyata merupakan trik ataupun strategi yang sengaja digunakan oleh suatu kantor perusahaan yang sedang dalam kondisi sakit ataupun turun.

Sehingga suatu kantor perusahaan demi menyelamatkan bendera bisnisnya dari kondisi keterpurukannya tersebut, akan mencoba membuka peluang dengan cara menculik karyawan terbaik dari kantor pesaing.

Karena memang yang sering jadi incaran itu biasanya adalah karyawan-karyawan terbaik dan yang memang memberi Impact signifikan bagi eksistensi bisnis kantor pesaing.

Inilah sebabnya, kenapa seorang karyawan dirasa penting dan perlu, serta tidak terburu-buru dulu untuk menerima penawaran yang menggoda dan menggiurkan tersebut.

Karena akan sangat jadi penyesalan, bila kenyataannya nanti seorang karyawan justru terjebak dan bukannya penawaran tersebut yang terwujud tapi justru kantor perusahaan semakin terpuruk dan akhirnya bangkrut.

Realita yang menyakitkan ternyata kantor yang memberikan penawaran tersebut sedang melakukan trik Gambling demi mempertahankan bisnisnya.

Oleh karenanya kalau memang ada keinginan bergabung maka perlu juga memastikannya mencari tau, informasi dan referensi terkait kondisi kantor yang memberikan penawaran menggiurkan tersebut.

Kalau memang kondisi sedang dalam kondisi bagus dan sehat, tentu saja sangatlah boleh bila seorang karyawan tidak menampik penawaran yang diajukan oleh kantor perusahaan tersebut atau kalau memang lebih menjanjikan untuk apa ditolak.

Yang jelas, lingkungan dunia pekerjaan kantor dimanapun adanya, pasti akan selalu penuh persaingan keras, sehingga sukses dan tidaknya karyawan dalam pekerjaan, maka hanya tinggal berkaca dan berpedoman dari pengalaman-pengalaman yang telah dilalui dalam setiap bidang pekerjaannya.

Semoga bermanfaat.
Sigit Eka Pribadi.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun