Bagi pembaca kanal bola pasti sudah pada tahu seobuah akun Edo Elnino. Itu nama palsu, karena setahu saya nama aslinya adalah Paijan. Dia adalah teman sekelasku waktu SD di Papar, Kediri. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari rumah saya, hanya berjarak beberapa rumah. Bapak Paijan bekerja di sawah milik orang lain (buruh tani), sedang ibunya buruh dipabrik tahu kuning sebelah rumahku. Paijan dan ke-enam adiknya sering berkelahi, sampai suatu saat para tetangga datang karena Paijan memukul adiknya pakai gagang cangkul milik bapaknya. Adik paijan tersebut sampai sekarang hilang ingatan karena benda tumpul dikepalanya waktu itu. Edo atau Paijan ini, tidak sampai lulus SD, dia hanya sempat sampai kelas IV karena perilaku Edo/Paijan yang sering berkelahi di sekolahnya, terpaksa dikeluarkannya.
Setelah tidak bersekolah, Edo sempat beberapa bulan jadi gelandangan di Kertosono (Nganjuk), sebelum ditolong oleh seorang tukang becak disekitar terminal Bis Kertosono. Beberapa minggu dirawat di rumah Bapak si tukang becak, ternyata kenakalan Edo semakin menjadi. Becak dari bapak angkatnya tersebut dijual sama Edo dan duitnya buat beli bir. Edo kabur dari Nganjuk dan kembali lagi ke Kediri, tapi tidak pulang ke rumah. Belakangan ketahuan kalau Edo tinggal di Stadion Brawijaya. Dia rupanya jadi tukang palak di Stadion itu. Sampai berita ini saya tulis Edo masih berprofesi sebagai tukang palak di stadion tersebut, karena saat saya membeli baju kaos samping stadion, tiba2 ada orang yg menodong minta duit. Dan setelah kuperhatikan, ternyata dia adalah Edo Elnino, atau Paijan.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H