Mohon tunggu...
Shima Putri
Shima Putri Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

Beginner writer

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Mahasiswa KKN Uniwara Kelompok 8 Melaksanakan Pengabdiannya di Dusun Kaliputih, Kecamatan Sukorejo

29 Agustus 2022   20:50 Diperbarui: 29 Agustus 2022   21:00 182
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Kuliah kerja nyata atau yang lebih dikenal singkatannya sebagai KKN merupakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh mahasiswa yang akan memasuki semester akhir. Mahasiswa Universitas PGRI Wiranegara (UNIWARA) Pausruan angkatan 2019 kini telah berada pada tahap pelaksanaan KKN. 

Saya, Shima Putri Firdausi, salah satu mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris tergabung dalam kelompok 8 KKN UNIWARA bersama 16 mahasiswa lainnya yang melaksanakan KKN di Dusun Kaliputih, Desa Sukorame, Kabupaten Pasuruan. 

Dalam pelaksanaan KKN di Dusun Kaliputih, kami melakukan tahap -- tahap kegiatan demi terlaksananya beberapa Program yang telah kami rancang sesuai dengan kebutuhan Dusun Kaliputih dan sesuai dengan tema KKN yang di angkat yaitu "Bakti UNIWARA Dalam Upaya Pengembangan Desa Yang Berpendidikan Tinggi".

Tahap pertama yang dilakukan yakni survey tempat. Sebelum pelaksanaan program KKN berlangsung, kami se-tim melakukan survei tempat yakni di Dusun Kaliputih. Kami melakukan survei dengan cara mengunjungi halaman SDSS Desa Sukorame dan survei secara langsung ke Dusun Kaliputih. 

Pada laman SDSS kami menemukan sebuah data tentang tidak tersedianya taman belajar desa. Dari data tersebut membuat kami tertarik untuk memilih Dusun kaliputih sebagai tempat kami mengabdi, karena data tersebut cukup menjelaskan keadaan pendidikan di Dusun Kaliputih. 

Namun, sebelum mendiskusikan lebih lanjut terkait program yang akan kami jalani di Dusun tersebut, kami juga melakukan survei secara langsung dengan menemui Kepala Desa Sukorame dan Kepala Dusun Kaliputih untuk mengobservasi lebih lanjut terkait keadaan Dusun Kaliputih. 

"Mungkin saya kasih gambaran sedikit ya mas mbak terkait desa ini khususnya Dusun Kaliputih, karena mas dan mbaknya memutuskan untuk fokus oada dusun tersebut. Dusun ini sangat minim masyarakatnya yang memperhatikan pendidikan. 

Banyak dari anak-anak di desa ini yang setelah atau bahkan belum menyelesaikan pendidikannya sudah memilih untuk menikah. Yaa namanya juga di desa ya mas, mbak, jadi SDM disini masih cukup rendah untuk mempedulikan pendidikan." Ujar Pak Yajid selaku Kepala Desa Sukorame. 

" Dari kami, minta tolong mas dan mbak KKN ini bisa mengobservasi lanjut kekurangan dari desa ini selama KKN berlangsung, agar kami dapat menindaklanjuti kekurangan dari desa ini dan memperbaikinya." lanjut Pak Yajid. Hasil survei yang kami dapat membuat kami mengambil keputusan untuk mengabdi di dusun tersebut. 

Tahap kedua yakni diskusi lanjut bersama dosen pembimbing kami yaitu Bapak Jakaria Umro M.Pd.I terkait penyusunan program. Kami mendiskusikan secara menyeluruh melalui zoom meeting. 

Kami mendapatkan beberapa hasil dari diskusi yang dilakukan, diantaranya yaitu program yang akan kami laksanakan di Dusun Kaliputih di bagi menjadi 3, diantaranya adalah program utama, program pendukung, dan program non-tema. Program utama terdiri hanya satu kegiatan yaitu rumah belajar yang kami beri nama "WIRABIMBEL". 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun