Mohon tunggu...
sheila azarinechrysanthie
sheila azarinechrysanthie Mohon Tunggu... Mahasiswa - mahasiswa

mahasiswa unnes semarang, food reviewer

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud

Batik Ecoprinting: Inovasi Membatik dengan Bahan dan Pewarna dari Alam

15 Juni 2022   20:03 Diperbarui: 15 Juni 2022   20:08 409
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Foto bersama ibu lurah Desa Ketapang  ( sumber : dokumentasi pribadi )

Ketapang- Pelatihan pembuatan batik ecoprinting dalam upaya peningkatan ketrampilan ibu rumah tangga di Desa Ketapang oleh mahasiswa KKN UNNES GIAT.

Ecoprinting merupakan kegiatan membuat batik dengan memanfaatkan bahan alami berupa tumbuhan  untuk memberi warna dan corak aslinya pada kain. Proses pada ecoprinting menggunakan bahan -- bahan alami seperti daun dan bunga yang ada disekitar kita. Desa Ketapang mempunyai berbagai jenis tumbuhan potensial yang bisa dimanfaatkan untuk menjadi bahan dasar dalam pembuatan batik ecoprinting, contohnya daun sukun, daun jati, daun jambu, daun kakoa, daun jati kebon, daun eukaliptus rainbow, bunga kenikir, bunga merak, bunga sepatu, dan banyak daun dan bunga disekitaran.  

Ecoprinting menjadi peluang usaha yang menarik untuk dikembangkan, karena meskipun sama-sama menggunakan daun atau bunga dalam pewarnaannya tetapi antara produk hasil ecoprinting satu dengan yang lainnya tidak akan memiliki motif yang sama sehingga meninggalkan kesan limited edition dan dapat menambah nilai jual pada produk. Dengan melihat peluang pada ecoprinting, Mahasiswa KKN UNNES GIAT membuat pelatihan ecoprinting untuk ibu-ibu PKK Desa di Desa Ketapang.

Pelatihan ini dilakukan pada 19 Maret 2022 bertempat di Balai Desa Ketapang. Di awali dengan sosialisasi mengenai dasar -- dasar dan manfaat ecoprinting serta membahas berbagai peluang dan cara membuat ecoprinting yang dijelaskan oleh Mahasiswa KKN UNNES GIAT. Selain itu dilakukan pula praktek kegiatan pembuatan ecoprinting secara langsung, pelaksanaannya pembuatan ecoprinting dibagi menjadi 5 kelompok sesuai dengan dusun yang ada di Desa Ketapang yaitu Dusun Ketapang, Dusun Sarimulyo, Dusun Kwangsan, Dusun Karangasem, dan Dusun Baran. Setiap kelompok mendapat dua tas totebag polos yang bebas di hias dengan tanaman yang sudah disediakan oleh mahasiswa KKN. Adapun teknik membuat ecoprinting dapat dilakukan melalui teknik steam (kukus) dan founding (pukul). Pada pelatihan kali ini mahasiswa KKN mengajarkan menggunakan teknik founding, Proses membuat ecoprint dengan teknik fouding dilakukan dengan cara:

  • Bentangkn kain diatas meja
  • Tempelkan dan susun daun-daunan yang diinginkan (posisi tulang daun dibawah)
  • Pukul dengan menggunakan palu hingga warna daun menempel di kain
  • Angkat secara perlahan daun tersebut
  • Rendam kain dalam air campuran tawas
  • Jemur kembali hingga kering
    Pelatihan Membatik Ecoprinting Oleh Mahasiswa  KKN UNNES GIAT Desa Ketapang ( sumber : dokumentasi pribadi )
    Pelatihan Membatik Ecoprinting Oleh Mahasiswa  KKN UNNES GIAT Desa Ketapang ( sumber : dokumentasi pribadi )

Ibu-ibu warga Desa Ketapang khususnya yang tergabung dalam kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) belum memiliki kemampuan dan ketrampilan dalam membuat ecoprint. Pelatihan ini diperlukan agar menghasilkan produk yang memiliki nilai jual tinggi sehingga dapat mendorong tumbuhnya wirausaha yang akan meningkatkan pendapatan masyarakat khususnya UMKM.

Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI

Mohon tunggu...

Lihat Konten Ilmu Sosbud Selengkapnya
Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun