Bidang filsafat:  Isaac Newton, Francis Bacon, Giordano Bruno, Nicolaus Copernicus, Ren Descartes, Niccol Machiavelli, Robert Boyle dan lainnya. Belum lagi para composer besar seperti Gilles Binchois, William Byrd, Adrian Willaert. Lalu para Penjelajah atau Navigator terkenal seperti John Cabot, Christopher  Columbus, Vasco da Gama, Ferdinand Magellan, dan masih banyak lagi. Â
Mereka tidak mempelajari "ilmu-ilmu khusus atau jenis vokasional tertentu," melainkan dikenali sebagai orang-orang yang haus pengetahuan, lalu menjelajahi dan mengobservasi berbagai sumber pengetahuan.Â
Mereka generalis, tetapi juga memiliki keahlian khusus, yang  justru dilingkupi pengetahaun dasar generalis itulah karya-karya mereka menjadi unik, berdampak, dan seolah abadi. Keunikannya adalah, ciri dari karya-karya mereka sangat kaya perspektif disebabkan luasnya wawasan dan kuatnya pendekatan multi-aspek.Â
Bagaimana kurikulumnya? Di era antik, LA  mengenal 3 tahap. Tahap pertama meliputi tiga subyek, karenanya disebut trivium. Ketiganya adalah Grammar, Rhetoric, dan Logic. Diikuti tahap berikutnya meliputi empat subyek atau  quadrivium, yaitu  Aritmetika, Geometri, Musik dan Astronomi. Tahap terakhir Filsafat dan Teologi.  Â
Di era modern ini, secara umum LA mencakup bidang-bidang:
- Himanity: Â Art, Literature, Linguistic, Philosophy, Religion, Ethics, Modern Foreign Langauge, Music, Theater, Speech, Classical Langauges
- Social Sciences: History, Psychology, Law, Sociology, Politics, Gender Studies, Anthropology, Enonomic, Geography, Business Informatics, etc
- Natural Science: Astronomy, Biology, Chemistry, Physics, Botany, Archeology, Zoology, Geology, Earth Science, etc
- Formal Science: Mathematics, Logic, Statistics. Etc
LA meenyediakan pendidikan dengan pengetahuan-pengetahuan dasar dan umum, tidak terjebak dalam kotak-kotak keilmuan atau profesi. Â
Pertanyaannya lalu, mau kerja dimana lulusannya? Ini bukanlah jenis pertanyaan yang relevan dalam LA, pendidikan untuk para free person, namun layak diajukan.Â
Sejumlah informasi menyebutkan bahwa para lulusan LA diminati industri juga, lantaran mereka luwes, fleksibel, berwawasan luas sehingga dapat menangani masalah-masalah kompleks dan mudah beradabtasi.
Mereka juga dapat menangani berbagai jenis pekerjaan. Sebuah data menyebutkan alumni perguruan tinggi seni liberal di AS mencakup 20% dari semua Presiden AS dan 1 dari antara setiap 12 CEO di AS.
Intinya, hanya orang merdeka yang memilih LA. Merekalah pemimpin masa depan yang membekali diri dengan wawasan dan skill holistik serta kemampuan mentransformasi masayarakat dan dunia.Â
Apabila kita ingin menciptakan generasi-generasi masa depan yang memiliki visi dan jiwa keperintisan, pemikir-pemikir yang penuh inspirasi, maka sudah saatnya pemerintah mengembangkan LA. Kalau tidak, kita hanya akan menghasilkan generasi kuli, dan masa depan apa yang bisa terbayangkan? Â