Dalam kualifikasi Piala Asia U-19, rumput stadion GBK tidak berhasil memaksa Timnas Indonesia merubah gaya permainan tiki-takanya. Bahkan saat hujan deras dan lapangan tergenang airpun timnas U-19 tetap berusaha memainkan umpan-umpan pendek walaupun sering terhambat laju bolannya. Umpan lambung dilakukan sekali-kali tetapi dengan cermat dan tepat menuju sasaran yang dituju.
Sebenarnya dengan datangnya hujan Timnas Korea Selatan lebih diuntungkan karena umpan lambung bukan gayanya Timnas Indonesia. Kenyataannya Timnas Korea Selatan kelihatan panik dan  frustrasi, ini ditunjukan dengan permainan kerasnya. Seaandainya saat itu tidak turun hujan mungkin Timnas Indonesia menang dengan skor  besar, entah 5-2, 5-3, 5-4, atau bahkan 6-3, 6-4, 6-5  dan semua gol Timnas Korea berasal dari umpan lambung atau bola mati.
Itulah keistimewaan Timnas U-19, akan selalu menyerang tanpa kenal lelah (fisik luar biasa) ga peduli mau kebobolan berapa yang penting berusaha menjebol gawang lawan lebih banyak.
Timnas Senior vs China
Bagaimanakah gaya permainan Timnas Indonesia saat lawan China di kualifikasi Piala Asia 2015 nanti? Semoga pelatih Jacksen F Tiago menginstruksikan pemainnya untuk memperagakan permainan umpan pendek cepat satu dua sentuhan dengan penguasaan lapangan tengah bervariasi dengan kecepatan pemain sayap dan mengurangi umpan lambung yang tidak efektif.
Yang meragukan apakah pemain akan mematuhi instruksi pelatih atau terpaksa sering melakukan umpan lambung yang disebabkan rumput stadion GBK yang tidak merata?
Kita tunggu jawabannya di pertandingan nanti.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H