Jika kita mendengar kata Maluku, pasti sudah tidak asing dengan sagu yang merupakan makanan pokok disana.Â
Di Maluku, ada banyak sekali pohon sagu yang tumbuh, baik yang tumbuh dengan sendirinya maupun yang di budidaya.Â
Sagu memiliki berbagai macam manfaat bagi tubuh manusia. Makanan pokok khas timur ini memiliki kadar serat yang cukup tinggi.Â
Sejak dahulu, sagu telah dimanfaatkan untuk mengobati gangguan pencernaan seperti perut kembung, sembelit, dan asam lambung. Kandungan seratnya dapat melancarkan sistem pencernaan serta menyeimbangkan bakteri baik yang terdapat di dalam usus.Â
Di Maluku, sagu sendiri dapat diolah menjadi berbagai macam makanan, mulai dari makanan yang manis hingga makanan yang gurih. Salah satu makanan tradisional Maluku berbahan baku sagu yang menjadi favorit keluarga saya adalah bubur sagu Ambon. Makanan ini sering kami sajikan sebagai makanan penutup.Â
Bubur sagu Ambon menjadi hidangan yang paling sering dibuat oleh saya dan keluarga karena cara membuatnya sangat mudah dan bahan-bahan nya pun tidak sulit untuk ditemukan.
Rasa dan Tekstur Bubur Sagu Ambon
Bubur sagu Ambon memiliki tekstur yang kenyal dan mudah untuk dikunyah. Tekstur kenyal ini diperoleh dari sagu yang dilunakkan dan kemudian dimasak.Â
Biasanya, saya dan keluarga menyajikan makanan ini dengan dua cara, yaitu disajikan hangat maupun dingin. Kedua cara penyajian tersebut enak untuk dicoba.Â
Setelah itu, pastinya banyak yang bertanya-tanya bagaimana rasa dari hidangan tersebut? Bubur sagu Ambon memiliki perpaduan rasa yang lezat, manis, dan juga gurih karena menggunakan santan.Â