Mohon tunggu...
Selamet
Selamet Mohon Tunggu... Wiraswasta - Indonesia

Manusia yang ingin SELALU menulis segala sesuatu yang BERMANFAAT.

Selanjutnya

Tutup

Healthy Pilihan

Jangan Abai! Ini Kenapa Label Gula di Kemasan Bisa Selamatkan Hidup Anda

18 Juli 2024   10:17 Diperbarui: 18 Juli 2024   11:38 61
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pernahkah Anda membaca Label  Kandungan dalam makanan kemasan sebelum mengkonsumsinya?

Di era modern ini, konsumsi makanan dan minuman berkandungan gula tinggi semakin meningkat. Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat bahwa prevalensi anak penderita diabetes melonjak 70 kali lipat pada Januari 2023 dibandingkan tahun 2010.

Lonjakan ini menimbulkan kekhawatiran karena gaya hidup tidak sehat, termasuk konsumsi makanan dan minuman tinggi gula, menjadi salah satu penyebab utama. Oleh karena itu, pelabelan khusus kandungan gula di produk kemasan menjadi sangat penting untuk memberikan informasi yang jelas kepada konsumen.

Data dan Fakta Konsumsi Gula di Indonesia

Konsumsi minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK) di Indonesia menempati posisi ke-3 tertinggi di wilayah ASEAN. Tingginya tingkat konsumsi ini menambah risiko kesehatan, terutama diabetes dan obesitas. Menurut Ketua Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) Republik Indonesia, Rizal E. Halim; tingginya angka diabetes pada anak kemungkinan besar disebabkan oleh gaya hidup tidak sehat, salah satunya akibat mengkonsumsi makanan dan minuman berkandungan gula tinggi. Dengan pelabelan yang jelas, konsumen dapat lebih sadar akan kandungan gula dalam produk yang mereka konsumsi, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih baik untuk kesehatan mereka.

Ketua BPKN RI, Rizal E. Halim (foto: KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN)
Ketua BPKN RI, Rizal E. Halim (foto: KOMPAS.com/RODERICK ADRIAN)

Pelabelan khusus kandungan gula telah terbukti efektif dalam mengubah perilaku konsumsi masyarakat. Studi menunjukkan bahwa konsumen cenderung memilih produk dengan kandungan gula lebih rendah ketika informasi tersebut tertera dengan jelas pada kemasan. Di beberapa negara, pelabelan ini bahkan diwajibkan dan telah berhasil menurunkan konsumsi gula. Contohnya, di Chile, regulasi pelabelan kandungan gula telah menurunkan pembelian minuman berpemanis sebanyak 23,7% dalam dua tahun pertama penerapannya.

Peran Edukasi &  Tantangan Implementasi Pelabelan

Selain pelabelan, edukasi masyarakat juga memegang peranan penting dalam menekan konsumsi gula berlebihan. Informasi tentang dampak negatif konsumsi gula yang berlebihan perlu disampaikan secara luas dan terus-menerus. Kampanye kesehatan yang efektif dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya membaca label kandungan gula dan memilih produk yang lebih sehat. Kerjasama antara pemerintah, industri, dan organisasi kesehatan sangat dibutuhkan untuk menyukseskan program edukasi ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Healthy Selengkapnya
Lihat Healthy Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun