Curhat singkatan dari Curahan Hati, adalah sebuah kegiatan untuk mencurahkan keluh kesah yang kita alami kepada seseorang yang kita percaya.
Berbagai hal dapat dijadikan bahan curhat, mulai dari kena tilang, baju jemuran hilang, peliharaan yang sedang sakit atau bahkan sesuatu yang lebih intim seperti hutang yang menumpuk, keluarga yang tak sehat, dan berbagai masalah hidup lainnya.
Setelah kita curhat, seringkali kita merasakan kelegaan tersendiri, walaupun tidak menyelesaikan masalah namun beban yang ada terasa berkurang setelah kita mengungkapkan persoalan yang kita alami.
Dalam lingkup Psikologi kegiatan curhat adalah sarana katarsis yang sangat diperlukan, karena hal ini merupakan cara kita untuk membangun komunikasi yang baik dan salah satu sarana mengekspresikan diri dengan mudah dan murah.
Bahkan dewasa ini, ada sebuah ilmu Psikologi Komunikasi yang mempelajari hubungan dengan diri sendiri (Intrapersonal), hubungan antara komunikan dan komunikator (Interpersonal), dan Komunikasi kelompok.
Tentu dengan adanya ilmu ini, mempermudah kita agar mampu berinteraksi dengan baik dan meminimalisir kesalahpahaman dalam komunikasi, termasuk curhat ini, sebab kesalahan penyampaian ketika curhat bahkan dapat menimbulkan perbedaan makna atau sering sisebut 'miss comunication'.
Melalui curhat, akan terbentuk kelekatan emosi yang baik antara pendengar dan yang menyampaikan. Bagi pendengar, ia akan merasa bahwa dirinya dipercaya seseorang dan mampu merasakan empati, lalu bagi yang menyampaikan ia akan merasa dihargai, didengarkan, dan dipedulikan oleh orang di sekitarnya.
Dalam sebuah hubungan, kelekatan diperlukan untuk membuat kita semakin nyaman berada didalamnya, tidak hanya antara kekasih, namun hubungan antara ibu dan anak, teman pekerjaan, dan lingkungan sekitar juga sangat penting bagi kelancaran sosialisasi.
Curhat dapat dijadikan langkah awal untuk kita mengenal lebih dalam pribadi seseorang dan memahami bagaimana harus bertindak kepada orang tersebut.
Meskipun dirasa hanya hal kecil, yaitu dengan bercerita dan mendengarkan namun terbukti curhat mampu merubah pemikiran kita kepada orang lain, yang awalnya mungkin kita memiliki prasangka buruk terhadap seseorang bahkan dapat berubah menjadi teman dekat ketika terbangun kecocokan dalam berkomunikasi.
Sayangnya tidak semua orang mampu mengungkapkan masalah hidupnya kepada orang lain dengan berbagai alasan misalnya takut aibnya dibongkar, takut ditertawakan, atau tidak tahu harus bercerita dengan siapa. Malangnya meskipun dirasa sepele, namun banyak terjadi kasus bunuh diri karena korban tidak tahu harus membagi beban hidupnya dengan siapa.