Mohon tunggu...
Sekar Agustin
Sekar Agustin Mohon Tunggu... Wiraswasta - Kuliah di Unisnu Jepara

13 Agustus 1999 Menjadi lebih baik lagi

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Masalah Pribadi Sosial serta Strategi dan Teknik Bimbingan Pribadi Sosial

3 November 2019   16:06 Diperbarui: 22 Juni 2021   18:50 2893
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Memahami Masalah Pribadi Sosial serta Strategi dan Teknik Bimbingan Pribadi Sosial (unsplash/annie-spratt)

Pada kegiatan pendidikan anak usia dini, anak-anak yang memiliki kemampuan pribadi sosial yang baik biasanya terfleksi dalam kemampuan anak untuk melakukan kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (Suharni, Beny D. P,2016)
1. Kemampuan berempati pada teman-temannya.
2. Mengorganisasi teman-temannya untuk melakukan tugas.
3. Mampu mengenali dan membaca pemikiran orang lain.
4. Memiliki banyak teman dan mampu menjalin hubungan dengan teman-temannya.
5. Cenderung mudah memahami perasaan orang lain.
6. Sering menjadi pemimpin diantara teman-temannya.
7. Memiliki perhatian yang besar kepada teman-temannya sehingga acap kali mengetahui berita-berita diseputar mereka.

Guru atau pendamping dapat mengembangkan kemampuan pribadi sosial anak dengan cara dapat distimulasi melalui kegiatan bermain, selama bermain anak-anak berinteraksi dengan sebaya, dan guru atau pendamping mereka. 

Stimulasi tersebut dapat terjadi karena pada saat bermain anak-anak melakukan kegiatan sebagai berikut: (Suharni, Beny D. P, 2016)
1. Mempraktikkan keterampilan berkomunikasi baik verbal maupun non verbal dengan cara mengasosiasikan peran, mencoba memperoleh keuntungan saat bermain atau mengapresiasikan perasaan teman-teman.
2. Merespon perasaan teman sepermainan disamping menunggu giliran dan berbagai materi serta pengalaman.
3. Bereksperimen dengan peran-peran di rumah, sekolah dan komunitas dengan menjalin kontak dengan kebutuhan dan kehendak orang lain.
4. Mencobamelihat sudut pandang orang lain.begitu anak bersentuhan dengan konflik tentang ruang, waktu, materi dan aturan mereka membangun strategi resolusi konflik secara positif.

Karakteristik pribadi sosial peserta didik SD/MI, ada tiga ciri utama pada masa ini yang menunjukkan perbedaan dengan masa sebelumnya, yaitu: (Hurlock, 1980 : 149-199)
1. Dorongan anak untuk masuk kedalam dunia pemainan dan pekerjaan yang membutuhkan keterampilan otot-otot.
2. Dorongan anak untuk keluar dari lingkungan rumah dan masuk kedalam kelompok teman sebaya.
3. Dorongan mental untuk mematuhi dunia konsep-konsep logika, simbol dan komunikasi secara dewasa.

Jenis layanan dalam bimbingan dan konseling pribadi sosial:
1. Layanan dasar bimbingan
Layanan dasar bimbingan merupakan layanan umum yang diperuntukkan bagi semua peserta didik. Strategi berupa bimbingan klasikal, bimbingan kelompok, berkolaborasi dengan guru dalam bidang studi,kerja sama dengan orang tua. Tujuan layanan dasar bimbingan adalah membantu seluruh murid dalam mengembangkan keterampilan dasar untuk kehidupan.
2. Layan responsif
Layanan responsif merupakan layanan yang diarahkan untuk membantu peserta didik menghadapi masalah-masalah yang dihadapi pada saat itu. Tujuan komponen layanan responsif adalah mengintervensi masalah-masalah atau kepedulian pribadi peserta didik yang muncul segera dan dirasakan saat itu.
3. Layanan perencanaan individual
Layanan perencanaan individual merupakan layanan yang dimaksudkan untuk membantu peserta didik mengembangkan dan mengimplementasikan rencana pribadi sosial..
Tujuan layanan perencanaan individual adalah membimbing peserta didik untuk merencanakan, memonitor dan mengelola rencana pengembangan pribadi sosial oleh dirinya sendiri. Melalui layanan perencanaan individual peserta didik dapat:
a. Mempersiapkan pendidikan, karir, tujuan sosial pribadi yang didasarkan atas pengetahuan akan dirinya, informasi tentang sekolah, dunia kerja, dan masyarakatnya.
b. Merumuskan rencana untuk mencapai tujuan jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjang.
c. Menganalisis apa kekuatan dan kelemahan dirinya dalam rangka pencapaian tujuannya.
d. Mengukur tingkat pencapaian tujuan dirinya.
Mengambil keputusan yang merefleksikan perencanaan dirinya.
4. Komponen dukungan sistem
Komponen dukungan sistem merupakan komponen yang berkaitan dengan aspek material yang mencakup antara lain pengembangan program, pengembangan staf, alokasi dana dan fasilitas, kerja sama dengan orang tua dan sumber lainnya, riset dan pengembangan. Layanan mencakup:
a. Konsultasi dengan guru-guru lain.
Dukungan bagi program pendidikan orang tua dan upaya masyarakat yang berhubungan.
Partisipasi dalam kegiatan sekolah dalamrangka peningkatan perencanaan dan tujuan.
b. Implementasi dan program stanadarisasi instrumen tes.
c. Kerja sama dalam menambahkan riset yang relevan.

Ada beberapa macam teknik bimbingan yang dapat digunakan untuk membantu perkembangan peserta didik, yaitu:

1. Konseling individual
Konseling individual merupakan bantuan yang sifatnya terapeutik yang diarahkan untuk mengubah sikap dan perilaku peserta didik.

2. Konsultasi
Konsultasi merupakan salah satu teknik bimbingan yang penting sebab banyak masalah karena sesuatu hal akan lebih berhasil jika ditangani secara tidak langsung oleh konselor.

3. Nasihat
Nasihat merupakan salah satu teknik bimbingan yang dapat diberikan oleh guru, pemberian nasihat hendaknya memerhatikan hal-hal sebagai berikut:
Berdasarkan masalah yang dihadapi oleh peserta didik.
a. Diawali dengan menghimpun data yang berkaitan dengan masalah yang dihadapi.
b. Nasihat yang diberikan bersifat alternatif yang dapat dipilih oleh peserta didik, disertai kemungkinan keberhasilan dan kegagalan.
c. Penentuan keputusan diserahkan kepada peserta didik, alternatif mana yang akan diambil.
d. Hendaknya peserta didik mau dan mampu mempertanggungjawabkan keputusan yang diambilnya.

4. Bimbingan kelompok
Bimbingan kelompok merupakan banuan terhadap peserta didik yang dilaksanakan dalam situasi kelompok. Bimbingan kelompok dilaksanakan dalam bentuk tiga kelompok, yaitu kelompok kecil, kelmpok sedang, kelompok besar.

5. Konseling kelompok
Merupakan upaya bantuan kepada murid dalam rangka memberikan kemudahan dalam perkembangan dan pertumbuhannya,prosedur konseling kelompok sama dengan bimbingan kelompok yaitu terdiri dari:
a. Tahap pembentukan
b. Tahap peralihan
c. Tahap kegiatan
d. Tahap pemgakhiran
6. Pengajaran remedial
Merupakan salah satu kegiatan utama dalam keseluruhan kerangka pola layanan bimbingan belajar, serta merupakan rangkaian kegiatan lanjutan logis dari usaha diagnostik kesulian belajar mengajar.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun