Korupsi tidak hanya merugikan segelintir orang di negara indonesia. Beberapa kasus korupsi bahkan berdampak buruk bagi banyak orang. Maka dari itu, peran serta masyarakat dalam pemberantasan korupsi sangat diperlukan untuk menghindari kerugian yang sangat besar. Masyarakat yang berintegritas, sadar akan bahaya korupsi, dan menghindari korupsi akan membentuk lingkungan yang antikorupsi untuk masa depan Indonesia yang lebih baik.
Mencegah tindakan korupsi bukan hanya tugas aparat penegak hukum semata. Namun juga butuh kerjasama dan partisipasi masyarakat. Sebagai upaya mitigasi dari tindak pidana korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengadakan bimbingan teknis pemberdayaan peran serta masyarakat, mewujudkan keluarga berintegritas, melalui penanaman nilai-nilai anti korupsi.Â
Nilai-nilai anti korupsi yang dapat diterapkan antara lain:
- kedisiplinan
- kejujuran
- tanggung jawab
- kerja keras
- kemandirian
- keadilan
- keberanian
 ada lima peran masyarakat dalam memberantas korupsi yaitu:
1. Berlatih untuk berintegritas
integritas yaitu sifat kejujuran dan kebenaran atau ketepatan tindakan pada diri seseorang . Integritas adalah bertindak dengan cara yang konsisten dengan apa yang dikatakan.
Nilai integritas merupakan kesatuan antara pola pikir, perasaan, ucapan, dan perilaku yang selaras dengan hati nurani dan norma yang berlaku. Jika seseorang mengakui bahwa dia orang yang jujur, maka pengakuannya akan tercermin dari tindakan, perasaan, dan perilakunya. Integritas akan menjaga orang itu tetap jujur, walau tidak ada orang lain di sekitar yang melihat kejujurannya. Salah satu contoh integritas di lingkungan  masyarakat yaitu melaksanakan ronda malam, mematuhi peraturan lingkungan, mengikuti gotong royong, dan tidak korupsi anggaran.
2. Kampanye dan menyebarkan nilai integritas
Dengan prinsip pemberantasan korupsi tidak bisa dilakukan seorang diri, maka nilai-nilai antikorupsi dan integritas harus disebarluaskan. Seorang yang memegang teguh integritas harus menularkan nilai-nilai luhur tersebut ke sekitarnya, mulai dari keluarga, teman, kampus, atau rekan kerja maupun di lingkungan masyarakat. Seseorang yang memiliki tekad kuat menjadi agen perubahan, sudah seharusnya memiliki pola kampanye antikorupsi. Tidak selalu harus dengan sosialisasi yang serius, bisa juga melalui aksi kreatif sebagai pemantik kesadaran antikorupsi.Â
KPK memiliki solusi bagi masyarakat yang ingin terlibat aktif dalam kampanye antikorupsi, yaitu dengan menjadi menjadi Penyuluh Antikorupsi (Paksi) atau Ahli Pembangun Integritas (API). Paksi dan API adalah insan yang kompeten dalam menyampaikan kampanye antikorupsi karena telah tersertifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi KPK. Sejatinya setiap masyarakat Indonesia berpotensi menjadi agen perubahan antikorupsi, hanya perlu memunculkan kesadaran bahwa Indonesia yang lebih baik bisa diwujudkan dengan bantuan kita. Dengan peran serta masyarakat, bukan tidak mungkin korupsi akan jadi barang langka lalu punah di negeri ini.
3. Memperbaiki sistem sehingga anti korupsi
Masyarakat juga bisa berperan memberantas korupsi dengan berkontribusi dalam perbaikan sistem. Perbaikan sistem dimaksudkan untuk menutup celah-celah korupsi yang bisa dimanfaatkan para koruptor menilap uang negara.
Masyarakat yang memiliki kedudukan di pemerintahan, bisa melakukan perbaikan sistem secara langsung. Mereka bisa mengidentifikasi celah-celah korupsi, misalnya pada pengadaan barang dan jasa atau rekrutmen dan menutupnya dengan kekuasaan yang dimiliki. Namun untuk masyarakat umum, kontribusi untuk perbaikan sistem bisa dilakukan membantu pemantauan layanan publik, melakukan kajian terkait layanan publik, menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah, atau membangun manajemen antikorupsi di lingkungan masing-masing.
4. Laporkan tindak pidana korupsi
"Lihat, Lawan, Laporkan" sebagai salah satu jargon KPK bukannya tanpa arti. Dengan jargon tersebut, KPK mengajak masyarakat untuk melaporkan kepada aparat penegak hukum jika mendapati kasus korupsi. Pelaporan masyarakat yaitu penyumbang terbesar dalam terbongkarnya kasus-kasus korupsi di Indonesia, mulai dari kasus kecil hingga besar.
Maka dari itu, peran masyarakat dalam pelaporan tindak pidana korupsi sangat penting. Masyarakat yang antikorupsi tidak akan diam saja jika melihat korupsi di depan matanya. Namun ada keengganan masyarakat untuk melapor, salah satu alasannya karena khawatir keselamatannya terancam. Kekhawatiran itu seharusnya dapat ditepis karena KPK akan melindungi identitas pelapor.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI