Begitulah setiap hari. Rina tetap bertahan menjalani hidup dengan rasa takut dan yang sering menjadi pelampiasan adalah kedua anaknya yang masih balita.Â
Kasian ya anak-anaknya. Karena ibunya terluka secara mental, jadinya menular ke anaknya.Â
Dan sayangnya Rina sulit untuk mengungkapkan masalah rumah tangga atau masalah kerjanya juga karena malu sama orang. Duh gusti....
Begitulah, bukan hanya Rina, salah satu perempuan yang bertahan hidup dengan rasa takut. Tapi masih banyak perempuan-perempuan lain yang hidupnya juga seperti itu. Dari pagi sampai malam hanya diisi dengan ketakutan.
Lalu apa sih yang mereka takutkan?
Banyak perempuan bertahan dalam rumah tangga yang sakit bukan karena setia alias cinta mati sehidup semati dengan suami. Tapi karena takut. Takut apa?Â
Satu, takut jadi janda. Karena biasanya image janda alias single mother itu kurang baik.
Kedua, takut ketahuan keluarga kalau rumah tangga sedang bermasalah, malah nantinya bikin keluarga pada pusing.
Ketiga, masih banyak ketakutan lain kalau nanti berontak pada suami.
Nah itu baru dalam urusan rumah tangga. Gimana kalau dengan urusan kantor? Apa sih yang ditakutkan?
Satu, takut dipecat nanti mau makan apa? Suami kerjanya gak jelas. Tabungan belum ada plus rumah juga masih ngontrak.Â