Selepss ashar,sy masih tidur-tiduran didepan tenda beralas tikar,Lili temannya main duduk aja disamping sy."Enggak ikut yang lain,"tanyanya."Enggak li,"ucap sy.Lagi ada yang sy pikirin,sambil sy duduk.,"kamu enggak ikut melihat edelweis,"tanya sy,dia mengeleng."Kenapa,"sy bertanya lagi."Enggak apa-apa,sy lagi ingin disini aja,"kamu sering naik gunung",enggak juga jawab sy,"sy lebih ngutamain keluarga dulu,baru kepentingan sy,kalau kamu,"sy bertanya lagi.Dia memandang sy,sy sering,jawabnya,sy kembali memandangnya,ia sebelas dua belas dengan Lala.sama-sama cantik bagi sy,hanya rambutnya saja yang tidak panjang.Sebenarnya dari pertama bergabung,teman-teman sy banyak ysng mendekati mereka berdua,mungkin sy saja yang lebih banyak diam dan hanya menjadi pendengar saja,saat teman-teman sy menggoda mereka.Lagipula diam ataupun banyak bicara,adalah sebuah pilihan menurut sy.Walau mugkin sedikit berat dilakukan,kalau kita sudah biasa banyak bicara dalan hidup.Terkadang sy lebih memilih diam,bila sy nilai orang tersebut lebih suka didengar.tapi dilain waktu,mungkin sy yang akan banyak bicara,bila sy merasa perlu.
Follow Instagram @kompasianacom juga Tiktok @kompasiana biar nggak ketinggalan event seru komunitas dan tips dapat cuan dari Kompasiana
Baca juga cerita inspiratif langsung dari smartphone kamu dengan bergabung di WhatsApp Channel Kompasiana di SINI