Mahasiswa KKN-T Kelompok 20 Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, mengadakan program penanaman pohon kelor (Moringa Oleifera). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat desa, serta mendukung pengembangan UMKM berbasis daun kelor. mengembangkan UMKM di Desa Sawocangkring.
"Kami sangat terkesan dalam menyambut program penanaman Pohon Kelor ini. Ini menunjukkan bahwa masyarakat benar-benar membutuhkan solusi untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi di desa," Bu Ria, Kader Posyandu
Daun kelor, yang kaya akan vitamin A, C, dan mineral seperti kalsium dan zat besi, sering disebut sebagai "superfood" karena mempunyai potensi dalam meningkatkan gizi. Selain itu, pohon ini juga memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan yang bermanfaat untuk kesehatan.
Penanaman pohon kelor juga berperan penting dalam upaya reboisasi dan pengendalian erosi tanah. Akar pohon kelor dapat membantu mengikat tanah dan mencegah longsor, sementara daunnya yang lebat memberikan naungan dan melindungi tanah dari kekeringan.
Tak hanya itu, mahasiswa KKN-T 20 juga menginisiasi pembentukan kelompok UMKM pengolah cookies daun kelor. Produk ini tidak hanya menjadi sumber gizi bagi anak-anak, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat desa. Respon dengan hasil positif dari program penanaman ini. "Selain memberikan manfaat kesehatan, pohon kelor juga membantu dalam menjaga kestabilan tanah di area kami", ucap Pak Anshor selaku ketua PRM.
Melalui program KKN-T 20 ini, diharapkan Desa Makmur dapat menjadi contoh dalam pemanfaatan sumber daya lokal untuk meningkatkan ketahanan pangan dan gizi masyarakat.
Baca konten-konten menarik Kompasiana langsung dari smartphone kamu. Follow channel WhatsApp Kompasiana sekarang di sini: https://whatsapp.com/channel/0029VaYjYaL4Spk7WflFYJ2H