Mohon tunggu...
sari widiarti
sari widiarti Mohon Tunggu... Freelance writer

Halo, terimakasih sudah mengunjungi tulisan saya. Sering ngobrolin tentang beauty, buku, drakor dan masih banyak lagi

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Sudahkah Memaafkan Diri Sendiri?

1 April 2025   06:36 Diperbarui: 1 April 2025   07:11 103
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
sudahkah memaafkan diri sendiri? sumber: pexels/Sitthan Kutty 

Sudahkah memaafkan diri sendiri? Kata orang, memaafkan diri sendiri lebih berat daripada memberi maaf pada orang lain, apa benar begitu? Menurutku sih kedua hal yang berat karena menyangkut ego diri.

Marah, sakit hati hingga dendam karena sikap maupun ucapan orang lain tentu ada sebab akibatnya, bisa jadi perbuatan orang lain membuat pemicu dalam diri itu muncul. Sehingga muncul amarah dan sakit hati atas perbuatan orang lain.

Lebaran identik dengan saling memaafkan, baik itu memaafkan orang lain ataupun memaafkan diri sendiri. Namun, sudahkah kamu memaafkan diri sendiri?

Bagaimana caranya memberikan maaf pada orang lain? Dan bagaimana meminta maaf yang baik?

Jika aku mendapatkan pertanyaan, bagaimana caranya memaafkan orang lain? Maka aku jawab, aku butuh waktu untuk memaafkan orang lain dan aku akan memaafkannya, karena aku tidak mau membebani diri sendiri untuk memikul dendam atau hal negatif lainnya.

Terkadang jika kesalahan orang lain terlalu berat, setelah aku memaafkannya maka aku akan menjaga jarak dengan orang tersebut, bukan berarti memutuskan silaturahmi, namun cara ini lebih efektif daripada sering bertemu di kemudian hari sehingga timbul luka baru. Apabila setiap hari bertemu dengannya mungkin karena satu lingkungan ditempat kerja, aku akan memilih lebih banyak diam dan tidak memulai komunikasi jika memungkinkan.

Meminta maaf kepada orang lain tidak kalah susah perihal ikhlas atau tidaknya saat meminta maaf:

  • Harus sadar diri jika telah menyakiti orang lain.

  • Meminta maaf dengan bersungguh-sungguh.

  • Meminta maaf tanpa perlu berkelit, ungkapin aja kalau memang salah, nggak perlu mencari alasan.

  • Berjanji untuk tidak mengulangi lagi.

  • HALAMAN :
    1. 1
    2. 2
    3. 3
    Mohon tunggu...

    Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
    Lihat Humaniora Selengkapnya
    Beri Komentar
    Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

    Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun