Sudahkah memaafkan diri sendiri? Kata orang, memaafkan diri sendiri lebih berat daripada memberi maaf pada orang lain, apa benar begitu? Menurutku sih kedua hal yang berat karena menyangkut ego diri.
Marah, sakit hati hingga dendam karena sikap maupun ucapan orang lain tentu ada sebab akibatnya, bisa jadi perbuatan orang lain membuat pemicu dalam diri itu muncul. Sehingga muncul amarah dan sakit hati atas perbuatan orang lain.
Lebaran identik dengan saling memaafkan, baik itu memaafkan orang lain ataupun memaafkan diri sendiri. Namun, sudahkah kamu memaafkan diri sendiri?
Bagaimana caranya memberikan maaf pada orang lain? Dan bagaimana meminta maaf yang baik?
Jika aku mendapatkan pertanyaan, bagaimana caranya memaafkan orang lain? Maka aku jawab, aku butuh waktu untuk memaafkan orang lain dan aku akan memaafkannya, karena aku tidak mau membebani diri sendiri untuk memikul dendam atau hal negatif lainnya.
Terkadang jika kesalahan orang lain terlalu berat, setelah aku memaafkannya maka aku akan menjaga jarak dengan orang tersebut, bukan berarti memutuskan silaturahmi, namun cara ini lebih efektif daripada sering bertemu di kemudian hari sehingga timbul luka baru. Apabila setiap hari bertemu dengannya mungkin karena satu lingkungan ditempat kerja, aku akan memilih lebih banyak diam dan tidak memulai komunikasi jika memungkinkan.
Meminta maaf kepada orang lain tidak kalah susah perihal ikhlas atau tidaknya saat meminta maaf:
Harus sadar diri jika telah menyakiti orang lain.
Meminta maaf dengan bersungguh-sungguh.
Meminta maaf tanpa perlu berkelit, ungkapin aja kalau memang salah, nggak perlu mencari alasan.
Berjanji untuk tidak mengulangi lagi.
-
Beri Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!